KABAR BIREUEN– tim Sendratari dari Sanggar Rangkang Sastra Kabupaten Bireuen mewakili Aceh pada Pameran Pagelaran Seni se Sumatera (PPSS) tahun 2018, yang digelar 1-4 November 2018 di Taman Budaya, Sumatera Barat.

Plt kepala dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen, Drs Muhammad Nasir M.Pd kepada Kabar Bireuen menyebutkan, tim yang berangkat ke Sumatera Barat merupakan  pemenaang sendratari asal Bireuen yang menjadi juara pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke -7 beberapa waktu lalu.

Dikataknnya, pihaknya menerima surat yang berisikan sehubungan Surat Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumnatera Barat No 417/DISBUD/TB-TU/ tanggal 10 September 2018, perihal pemberitahuan Pelaksanaan PPSS yang diadakan di Sumatera Barat.

Berkenaan hal tersebut di atas, Pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Melalui UPTD Taman Seni dan Budaya menunjuk sanggar Rangka  Sastra Kabupaten Bireuen untuk mengikuti  PPSS di Taman Budaya Sumatera Barat dari 1-4 November 2018 sebagai  penghargaan atas kemenangannya  dalam lomba sendratari pada PKA ke-7 tahun 2018.

“Disbudpar Provinsi mengirimkan surat meminta tim sendratari dari Bireuen untuk mewakili Aceh ke Pameran Pagelaran Seni se Sumatera di  Sumatera Barat. Itu bentuk apresiasi provinsi dan semua biaya ditanggung pihak provinsi. Ada satu orang dari Bagian Budaya Disdikpora Bireuen mendampingi tim ke sana,” sebutnya.

Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen, H Mukhlis A.Md kepada Kabar Bireuen yang ditemui saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSUD) dr Fauziah Bireuen karena , Kamis siang (1/11/2018) mendukung penuh tim sendratari Rangkang Sastra  Bireuen mewakili Aceh ke Pameran Pagelaran seni se Sumatera tersebut.

Mukhlis berharap, mereka dapat membawa harum nama Bireuen dan Aceh umumnya pada kegiatan tersebut serta menampilkan pertunjukkan seni dengan baik  dan maksimal.

Sementara itu,  Pimpinan Sanggar Rangkang Sastra, Novianti MR menyebutkan, konten acara di sana nantinya berupa, Kongres Kepala Taman Budaya Se-Sumatera, Pagelaran budaya, Binaele, Pertunjukan seni dan puisi.

“Untuk pertunjukan seni dan puisi, kita diminta oleh Disbudpar Aceh  untuk dapat mempersiapkan tim pertunjukan. Meskipun saya hanya mendampingi sampai bandara dikarenakan ada kegiatan di Bireuen yang tidak bisa ditinggalkan, Insya Allah tim mampu bergerak dan menampilkan pertunjukan yang baik,” harapnya.(Ihkwati)

 

BAGIKAN