KABAR BIREUEN-Rumah sederhana milik keluarga Khatimah di Dusun Paya Karing, Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Peusangan, Bireuen itu datapnya sudah bocor.

Sudah setahun lamanya atap rumah Khatimah bocor, namun karena keterbatasan biaya, tak juga mampu diperbaiki.

Pekerjaan suaminya Marhaban (53) yang hanya seorang tukang becak, hanya bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari kleuarga yang mempunya empat anak ini. Bahkan, pernah keluarganya ini tak makan seharian.

Sementara sang istri, Khatimah (45) hanya bekerja sebagai pencuci baju di rumah tetangga.

Hal itu seperti dituturkan Azhari, relawan sosial yang peduli kaum dhuafa kepada KabarBireuen, Minggu (2/4/2017).

“Kalau hujan turun tengah malam, terpaksa Khatimah bersama suami dan anaknya harus bangun dari tempat tidur karena kehujanan akibat atap rumah yang bocor tersebut. Tak ada yang bisa mereka lakukan kecuali berdoa kepada Allah SWT dan bersabar menghadapi semua itu,” ungkap Azhari.

Rumah keluarga tersebut, kata Azhari, dibangun diatas tanah saudaranya dengan status hak pakai. Keluarga tersebut tak punya harta apapun , kecuali hanya satu unit becak yang digunakan sang suami untuk mencari nafkah.

Disebutkan Azhari, Khatimah tak berharap muluk-muluk agar rumahnya dibangun, tapi dia hanya memohon bantuan ada yang menyumbangkan daun rumbia untuk memperbaiki atap rumah mereka yang bocor tersebut. Hanya itu saja bantuan yang diharapkan Khatimah.

“Rumah mereka selalu didata untuk bisa mendapatkan bantuan pemerintah melalui pihak kecamatan, namun sampai hari ini tak juga mendapatkan bantuan,” sebut Azhari.

Azhari berharap pada semua pihak dan pemerintah agar dapat membantu keluarga ini.”Saya sudah ke rumah tersebut dan melihat langsung kondisi keluarga tersebut. Mereka sangat  pantas dibantu dan untuk mendapat kehidupan yang layak,” harap Azhari. (Ihkwati)

 

BAGIKAN