KABAR BIREUEN – Tidak ada perubahan dalam penentuan daerah pemilihan (dapil) maupun alokasi kursi untuk anggota DPRK Bireuen pada Pemilu 2019 mendatang.

Semuanya masih mengacu sebagaimana pada Pileg 2014 lalu. Yakni, jumlah dapil enam dan 40 kursi anggota DPRK Bireuen.

Hal itu terungkap pada acara Uji Publik Usulan Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota DPR Kabupaten Bireuen Dalam Pemilu Tahun 2019 di Aula Kantor KIP Bireuen, Kamis (25/1/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KIP Bireuen Dr. Mukhtaruddin, SH., MH, mengemukakan alasannya, karena pertambahan penduduk Kabupaten Bireuen belum mencukupi untuk penambahan Dapil maupun alokasi kursi anggota DPRK Bireuen, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk bisa menambah jumlah kursi anggota DPRK Bireuen, harus ada penambahan jumlah penduduk Kabupaten Bireuen mencapai 60 ribu lebih jiwa lagi. Jadi, dengan jumlah penduduk Kabupaten Bireuen sekarang, jumlah kursi untuk anggota DPRK Bireuen tetap 40, seperti Pileg 2014 lalu,” sebut Mukhtaruddin yang didampingi empat anggota Komisioner KIP Bireuen.

Begitu juga jumlah dapil tetap enam. Juga tidak ada perombakan susunan kecamatan di tiap-tiap Dapil. Masih mengacu susunan dapil saat Pileg 2014. Sebab, selama ini tidak ada permasalahan dengan susunan dapil tersebut.

Menurut Mukhtaruddin, susunan dapil tersebut terdiri dari Dapil I (Kota Juang dan Kuala), jumlah kursi enam. Dapil II (Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Jangka), jumlah kursi 10. Dapil III (Kutablang, Makmur dan Gandapura), jumlah kursi enam.

Berikutnya, Dapil IV (Juli dan Jeumpa), jumlah kursi enam kursi. Dapil V (Peudada, Jeunieb dan Peulimbang), jumlah kursi enam. Terakhir, Dapil VI (Pandrah, Simpang Mamplam dan Samalanga), jumlah kursi enam.

Dalam uji publik tersebut, semua peserta yang terdiri dari pimpinan atau perwakilan parpol peserta pemilu setempat, setuju terhadap penataan dapil maupun alokasi kursi anggota DPRK Bireuen, sebagaimana pada Pileg 2014. (Suryadi)

BAGIKAN