KABAR BIREUEN- Balai-balai pengajian dan majelis taklim didominasi perempuan yang sudah tua-tua, umur 40-60 tahun ke atas, yang sudah ompong, yang masih muda-muda entah kemana.

Tapi , yang sudah tidak apa-apa, dari pada tidak ada yang mengaji dan mengikuti Majelis Taklim, orang tuapun boleh juga.Namun, lebih bagus sejak masih muda sudah mengikuti majalis taklim.

Demikian disampaikan Tgk Sulaiman, Ketua Sirul Mubtadin Kabupaten Bireuen dalam ceramah maulid, Sabtu malam (5/1/2019) di Balai Pengajian Raudhatul Mutaalimin, Gampong Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

“Banyak yang tak menjadikan mengaji sebagai prioritas,¬† hanya sibuk¬† mencari nafkah, hanya mengejar dunia semata.Seharusnya hidup di dunia untuk mencari pahala, mempersiapakan bekal di akhirat, uang itu penting tapi memgumpulan pahala lebih penting,” sebutnya.

“Kita hidup di dunia singkat, harus mempunyai bekal jika kembali ke akhirat, jangan lupa beribadah, pergi mengaji, berbuat kebajikan, sedekah, menyambung tali silaturahmi,” paparnya.

Karena itu, pesannya, kepada ibu-ibu dan bapak-bapak, kepada orang tua, mengurus diri sendiri penting, mengurus anak penting, tapi mengurus diri sendiri dari api neraka jauh lebih penting.

Pada kesempatan itu, Tgk Sulaiman yang akrab disapa Walidi memberi tausiah pentingnya mengirim doa untuk orang tua yang sudah meninggal dunia.

“Jangan lupakan jasa kedua orang tua, ibu dan ayah, mereka merawat kita dari kecil, membesarkan kita. Jadi selalu ingat pengorbanan mereka. Karena. meski kita banyak uang, kalau melupakan orang tua, tidak berdoa dan mengadakan samadiah (tahlilan) kepada almarhum, maka semua harta itu tak ada artinya dan tak bermanfaat,” katanya membuat jamaah terharu.

Sedekah dari anak yang diniatkan pahalanya sampai ke orangtuanya itu sangat bermanfaat dan membantu orang tuanya di akam barzah.

Tentang peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, banyak yang sudah malas kenduri maulid, kalaupun digelar, banyak yang asal-asalan.

Kalau kenduri perkawinan, justru digelar mewah-mewahan dan makanan berlimpah.

“Saya pengalaman menghadiri maulid di suatu tempat, setelah disambut ala kadarnya, makanannya serta menunya apa yang ada. Mau gak mau yang saya makan aja apa adanya ,” ungkapnya disambut tawa jamaah yang hadir.

Dengan mendengarkan ceramah di majelis taklim, katanya, supaya mendapatkan pahala dan bermanfaat.

“Kita mengharapkan pahala, agar bermanfaat, bagi diri saya sendiri dan semua jamaah yang hadir,” katanya.

Sebelumnya, mewakili jamaah Balai Pengajian Raudhatul Mutaalimin Cot Keutapang, Hasanuddin Usman, menyebutkan, peringatan maulid ini sebagai pengingat kelahiran Nabi Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari alam kejahilan dan kebatilan menuju kebajikan.

Kepada santri atau jamaah yang sudah bersusah payah untuk mensukseskan kenduri maulid dan acara dakwah malam ini, dia mengucapkan terima kasih.

“Mari kita simak baik-baik ceramah udah-mudahan apa yang disampaikan bisa menjadi pelajaran, bekal dalam hidup dan pedomana bagi kita semua,” harap Anggota DPRK Bireuen dari PKS tersebut. (Ihkwati)

BAGIKAN