Tgk H Zulkifli Muhammad Pimpinan Dayah Al Ikhlas Geulanggang Kulam sedang menyampaikan ceramah Ramadhan tentang kemuliaaan malam Lailatul Qadar dihadapan jamaah Masjid Al Amin Kota Juang Senin (11/6/2018).

KABAR BIREUEN Lailatul Qadar suatu malam disebut Allah sebagai malam kemuliaan terjadi dalam bulan suci Ramadhan yaitu malam setelah lewat 20 Ramadhan keatas tanggal ganjil terutama tanggal 17 Ramadhan.

Malam tersebut dinamakan Lailatul Qadar, pada malam itu para malaikat dan Malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Tuhan mengatur segala urusan nilai malam Qadar lebih mulia dari seribu bulan.

Para Malaikat mengunjungi mencari rumah-rumah ummat Muhammad yang membaca Al Qur’an di malam kemuliaan Lailatul Qadar, dan tidak mencari rumah orang-orang yang menonton TV.

Demikian Tgk H Zulkifli Muhammad pimpinan Dayah Al Ikhlas Geulanggang Kulam dalam menyampaikan ceramah Ramadhan dihadapan jamaah Masjid Al Amin Kota Juang, Senin malam (11/6/2018)

Hal itu sesuai Firman Allah, “Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam Lailatul Qadar dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu ? “ Lailatul Qadar itu lebih mulia dari 1000 bulan.

Para malaikat dan dan Malaikat Jibril turun padanya dengan izin Tuhannya membawa segala perintah. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar (QS.97 : 1-5).

Dikatakan, Lailatul Qadar memiliki keistimewaan atau keutamaan tersendiri, antara lain malam diturunkan Kitab Suci Al Quran oleh Allah dari Lauhul Mahfuz sebagai rahmat bagi sekalian alam.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam Lailatul Qadar (QS. 97 : 1). Malam itu nilainya lebih mulia dari seribu bulan. Orang yang beramal ibadah, bershalat, berzikir, berdoa atau berbuat kebaikan yang banyak pada malam Lailatul Qadar akan mendapat fahala lebih banyak dari pada beribadah seribu bulan.

Apabila setiap malam pada 10 terakhir bulan Ramadhan kaum muslimin berbondong-bondong mendekatkan diri kepada Allah lewat jalur, shalat, zikir,doa, merenung tentang kebesaran Allah.

Satu malam lebih mulia dari 1000 bulan sama dengan 84 tahun 4 bulan.. Pembahasan diantara Ulama-Ulama Islam apakah nilai lebih mulia dari pada 1000 bulan menunjukkan kualitas malam tersebut, ibadah pada malam itu mempunyai nilai lebih baik dari 1000 bulan.

Telah datang kepada kamu bulan Ramadhan yang penuh keberkatan, Allah telah mewajibkan bagimu puasa-NYA. Didalamnya terdapat satu malam lebih baik dari 1000 bulan. Barang siapa tidak diberikan kebaikannya, maka sungguh dia memberikan kebaikan (HR An Nasa’i)

Pada malam itu atas izin Allah para malaikat dipimpin Malaikat Jibril turun ke bumi membawa hukum-hukum Allah yang berkaitan dengan berbagai persoalan hidup, antara lain segala urusan yang akan berlaku pada masa satu tahun mendatang. (QS.97 : 4).

Pada malam Al Qadar para malaikat berada diberbagai pelosok bumi. Sebagian pendapat jumlah Malaikat yang bertebaran turun ke bumi pada malam Lailatul Qadar lebih banyak dari pasir yang berada dipermukaan bumi. Orang-orang yang bertaubat memohon ampun atas segala dosa yang pernah dilakukannya diampuni oleh Allah.

Jika pada malam itu kita manfaatkan untuk bertaubat selagi hayat masih dikandung badan, karena setiap manusia pasti pernah berbuat dosa.Sebaik-baik orang yang berdosa adalah bertaubat dengan taubat nasuha, membaca istigfar, merasa menyesal, berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan dosa dan memperbanyak berbuat kebaikan.

Firman Allah: “Sesungguhnya Aku mengampuni siapa yang bertaubat dan berbuat kebaikan, kemudian mengikuti petunjuk (QS. 20 : 82).

Pada malam Al Qadar hendaklah kita bertaubat atasi segala dosa selagi pintu taubat masih dibuka lebar, Pada malam Al Qadar Jibril bersama para Malaikat meletakkan panji-panji disisi Ka’bah, diisisi makam Nabi Muhammad Saw, di sisi Masjid Baitul Maqdis dan di sisi Masjid Tursina.

Kemudian para malaikat baru menyebar kesegenap penjuru bumi mendatangi rumah-rumah orang mukmin sambil membaca tasbih, tahlil serta memohon ampun untuk umat Rasullah SAW.

Orang-orang yang mendapat Lailatul Qadar akan merasa yakin bahwa dirinya akan memperoleh keselamatan di dunia dan diakhirat kelak. (H.AR Djuli)

BAGIKAN