Drs. Agussalim, mantan Kalak BPBD Bireuen.

KABAR BIREUEN – Mantan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Drs. Agussalim, sudah tiga kali diminta keterangan oleh polisi terkait kasus dugaan korupsi dana insentif relawan Siaga Bencana Gampong (Sibag) tahun 2013.

Hal tersebut diungkapkan Agussalim kepada Kabar Bireuen, Rabu (15/11/2017). Menurut Agussalim, dirinya diminta keterangan oleh Penyidik Unit Tipikor Reskrim Polres Bireuen, karena pada saat itu terlibat dalam hal perencanaan program. Saat perencanaan anggaran itu tahun 2013, dia masih menjabat Kepala Pelaksana di BPBD.

“Namun, ketika realisasi kegiatan tersebut, saya sudah pindah ke BNNK Bireuen. Makanya, saya turut dimintai keterangan juga,” jelasnya.

Ditanya tentang materi pemeriksaan dirinya, Agussalim mengaku, hanya seputar tanggung jawabnya selaku perencana kegiatan. Dia juga mengaku bersyukur, karena pada saat penyaluran dana itu, dirinya tidak lagi menjabat sebagai Kalak BPBD.

“Seandainya saya masih di situ saat penyaluran dana relawan Sibag, mungkin saya yang akan terjerat, karena tidak mungkin menolak perintah,” sebut Agussalim, tanpa menjelaskan perintah yang dia maksud.

Sebagaimana diketahui, pihak Reskrim Polres Bireuen telah meminta keterangan 1.218 relawan Sibag tahun 2013 yang tercantum dalam SK Bupati Bireuen.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, diperkirakan telah merugikan negara sebesar Rp724 juta, dari Rp730 juta yang dianggarkan untuk dana insentif relawan tersebut.

Namun, untuk mendapatkan angka pasti, polisi masih harus menunggu hasil audit BPKP Aceh yang akan dilakukan pada akhir Januari 2018. (Rizanur)

BAGIKAN