KABAR BIREUEN – Sebab terhalang aturan, Baitul Mal Kabupaten Bireuen sebagai lembaga pengumpul zakat, infaq dan sadaqah (ZIS) belum dapat menyalurkan zakat kepada para penerima sebagaimana dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya zakat dan infaq disalurkan dengan tiga tahap dalam setahun atau empat bulan sekali. Tetapi kini sudah memasuki pertengahan tahun 2019. Baitul Mal Bireuen belum menyalurkan zakat dan infaq untuk tahap I periode Januari- April 2019.

Sekretaris Baitul Mal Kabupaten Bireuen, Saiful Hamdanur mengatakan aturan kini beda dengan aturan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu struktur Dewan Pengawas belum terbentuk, begitu pula seleksi badan pelaksana (Bapel) masih berproses.

“Bukan saya tidak bisa apa-apa, pas saya tugas di sana keluar aturan dan mekanisme yang baru yang harus kita ikuti supaya tidak ada masalah nantinya, lagi pula saya hanya memberi dukungan teknis, kebijakan ada pada dewan pengawas dan bapel,” ucap Saiful Hamdanur, Senin (10/06/2019).

Katanya, proses penetapan dewan pengawas dan seleksi personel bapel harus tuntas, sebab dewan pengawas menjadi bagian dari panitia dalam pembagian zakat, kalau belum ada yang definitif praktis penyaluran zakat harus ditunda.

“Selain itu ada ketentuan dalam Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal yang mesti diikuti. Jadi kepada calon penerima zakat mohon bersabar, jika proses bapel dan dewan pengawas selesai, maka segera disalurkan,” katanya.

Sedangkan untuk dana infaq, sebut Saiful Hamdanur, dipastikan tidak dapat disalurkan tahun 2019. Mengacu pada aturan baru, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi supaya dana infaq bisa disalurkan misal untuk pembangunan rumah fakir miskin, rehab dan hal lainnya.

“Sekarang semua dana zakat dan infaq yang terkumpul masuk ke kas daerah dan menjadi bagian dari APBK Bireuen, beda dengan sebelumnya yang masuk ke rekening Baitul Mal, kami harus mengajukan dulu ke BPKD untuk kemudian disalurkan,” katanya. (Desta Fauziana)

BAGIKAN