KABAR BIREUEN – Suara azan melaksanakan ibadah shalat Isya dan Tarawih Ramadhan berjamaah tidak hanya berkumandang di masjid-masjid dan meunasah-meunasah di Kabupaten Bireuen, juga bergema di Cabang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bireuen.

Kepala Cabang Rutan Bireuen Sofyan,SH didampingi Kasi pelayanan Tahanan, Fauzi,SH dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen, menjelaskan, Rutan Bireuen hingga 10 Mei 2019 sudah over kapasitas dihuni 431 warga binaan.

Setiap azan berkumandang para warga binaan Rutan Bireuen melaksanakan shalat wajib lima waktu dan shalat tarawih berjamaah di Musalla Rutan yang sudah dipersiapkan pihak Rutan sebagai rumah ibadah bagi warga binaan Rutan Bireuen.

Setiap Jum’at dan bulan Ramadhan pihak Rutan mengundang khatib, dan Imam shalat Tarwaih dari Dayah di Bireuen untuk memimpin ibadah shalat lima waktu, shalat Jum’at dan shalat tarawih warga binaan Rutan Bireuen.

Wartawan Kabar Bireuen H AR Djuli yang mendapat izin Kepala Cabang Rutan Bireuen untuk meliput dan melaksanakan shalat tarawih bersama warga binaan Rutan Bireuen mendapat sambutan hangat dari para jamaah warga binaan.

Shalat Isya dan Tarawih berjamaah Jum’at (10/5/2019) malam yang diimami Tgk Nazliansyah pimpinan Balai Pengajian Darusakdah Lipah Cut, Kecamatan Jeumpa Bireuen.

Kondisi Rutan Bireuen yang bersih tertata rapi meski sudah over kapasitas nampak sangat menyenangkan para warga binaan dalam mensyiarkan Gema Tarawih di Rutan Bireuen serta menjalin silaturrahmi sesama warga binaan penghuni Rutan Bireuen.

Ruslan Kasim salah seorang warga binaan, warga Meunasah Dayah Kecamatan Kota Juang dalam suatu percakapan dengan Kabar Bireuen usai shalat tarawih mengatakan, pelayanan pimpinan Cabang Rutan Bireuen bersama seluruh petugasnya untuk pelaksanaan ibadah warga binaan Rutan sudah sangat baik.

Dikatakan, dia menjadi warga binaan soal merek usaha kecab yang mirip nama usaha kecab lainnya.

“Saya digugat ke pengadilan, dan divonis satu tahun, sudah saya jalani 4 bulan, masih tersisa hukuman 8 bulan lagi, saya tetap sabar menjalaninya dengan baik,” ungkap Ruslan Kasim.

Dari 431 warga beinaan Rutan Bireuen hampir 70 persen terlibat kasus narkoba baik sebagai pengedar dan pengguna sangat membutuhkan pembinaan bagi mereka dibidang agama, terutama shalat wajib lima waktu perlu ditingkatkan lagi, harap Ruslan Kasim.

Selain itu warga binaan banyak yang tidak memiliki lapangan kerja, lantaran tidak memiliki skill keterampilan untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga terjerumus kepada perbuatan terlarang.

Pembinaan bidang keagamaan terutama shalat lima waktu sangat penting, karena shalat dapat mencegah umat manusia dari segala perbuatan terlarang.

“Untuk masa mendatang para warga binaan perlu mendapat pembinaan keterampilan agar setelah keluar dari Rutan nanti sudah memiliki keterampilan untuk memperoleh lapangan kerja memenuhi kebutuhan hidupnya,” harap Ruslan Kasim. (H.AR Djuli).

BAGIKAN