KABAR BIREUEN – Tanpa memasang target serta persiapan latihan yang tidak standar, atlet tinju Bireuen berhasil meraih 3 medali pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-13 di Jantho, Aceh Besar, yaitu 1 medali perak dan 2 perunggu.

Medali perak diraih oleh Fahrurazi setelah di final kelas 64 kg, kalah angka tipis dari petinju tuan rumah, Davis dari Aceh Besar, Sabtu (24/11/2018) malam.

Sementara itu medali perunggu diperoleh M Sadikin kelas 49 Kg dan Edi Wibawa di kelas 52 Kg. Sementara Wahyudi di kelas kelas 65 Kg, tidak bisa turun bertanding, karena mengalami cedera di tangan.

M Sadikin meperoleh medali perunggu setelah kalah pada pertandingan semifinal atas petinju dari Pidie Jaya, Saladin di kelas 49 kg.

Medali purunggu kedua digondol Edi Wibawa di kelas 52 Kg, setelah mengalami kekalahan usai cedera di bagian pelipis mata kanan, karena terbentur kepala lawannya dari Aceh Utara.

Pada laga antara M Sadikin versus Saladin (petinju dari Pidie Jaya), di kelas 49 kg, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Tim Tinju Kabupaten Bireuen, melayangkan surat keberatan dan pengajuan protes. Hal tersebut, terkait kontroversi putusan oknum wasit dari Banda Aceh yang diduga menilai secara curang dan merugikan petinju Bireuen.

Ketua pelatih tinju Bireuen, Joniful Bahri saat dihubungi Kabar Bireuen melalui telepon selulernya mengatakan, pada ajang PORA ke 13 ini, sejak awal pihaknya memang tidak memasang target medali. Alasannya, persiapan latihan atlet tinju hanya 1 bulan. Itu pun hanya TC jalan.

“Sejatinya, untuk cabang olahraga keras seperti tinju ini, butuh persiapan tiga bulan. Mulai TC jalan, TC penuh dan TC nginap, sehingga dapat terukurnya kesiapan, baru bisa ditargetkan medali emas,” ujar Joniful Bahri.

Sementara itu Ketua Umum Pertina Bireuen, Lettu CPM Muliadi mengatakan, dirinya mengapresiasi atlet tinju Bireuen yang tampil maksimal di PORA ini.

Menurutnya, kendati hanya empat orang petinju Bireuen yang bisa bertanding pada PORA ini, tapi bisa menunjukkan prestasi membanggakan. Sebab, satu rekan mereka, Wahyudi di kelas kelas 65 Kg, tidak bisa turun bertanding, setelah dia dinyatakan cedera dan harus ditangani tim dokter.

“Tapi, alhamdulillah dari empat petinju itu, tiga di antaranya dapat menyumbang 3 medali untuk Bireuen, yakni 1 perak dan 2 perunggu,” pungkas Ketua Umum Pertina Bireuen ini. (Herman Suesilo)

 

 

BAGIKAN