KABAR BIREUEN – Ternyata, seni rebana tidak termasuk salah satu cabang peserta Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kementerian Agama tahun 2018.

Karena itu, untuk menyahuti keinginan siswa yang telah lama mengikuti latihan, sejumlah kepala MTs dalam Kabupaten Bireuen sepakat mengadakan festival rebana antar MTs di luar agenda Porseni.

“Pada kegiatan Porseni, festival rebana diganti dengan festival hadrah,” kata Sabri A Gani, kepala MTsN 1 Bireuen, Kamis, (18/1/2018) di salah satu cafe di Jalan Bireuen – Takengon.

Dia menjelaskan, sejak awal tahun 2017, hampir seluruh MTs mengadakan latihan rebana untuk persiapan mengikuti Porseni tingkat Kabupaten tahun 2018 karena pada saat itu informasinya masih simpang siur.

“Sekarang sudah jelas, festival rebana tidak ada, jadi untuk mengembalikan semangat para siswa yang sudah lama berlatih kami adakan festival rebana antar sesama MTs saja,” katanya.

Dia menjelaskan, pelaksanaan festival rebana tingkat MTs yang dilaksanakan di salah satu MTs di Bireuen sudah mendapat lampu hijau dari Kasie Pendidikan Madrasah, Azhary MPd.

“Kalau tidak ada halangan, festival rebana ini akan dilaksanakan di MTsN 2 Bireuen di Samalanga, waktunya awal bulan Februari,” kata Sabri yang diiyakan pelatih rebana MTsN 1 Bireuen, Efendi Sulaiman.

Efendi menambahkan, ada sejumlah MTs yang berminat mengikuti festival rebana tersebut, diantara yang sudah memastikan ikut adalah MTs Jeunieb, MTs Jangka, MTs Peudada, MTs Gandapura dan MTs Juli.

“Saya yakin banyak yang ikut. Kita punya 11 MTs Negeri dan lebih banyak lagi jumlah MTs swasta. Pendaftarannya gratis. Bagi yang ingin ikut, silakan mendaftar pada kepala MTsN 2 Bireuen,” sebut Efendi.

Sementara itu Kepala MTsN 2 Bireuen, Hj Nathaly, menjelaskan, selain untuk mengobati keinginan siswa yang sudah lama berlatih, festival rebana yang dilaksanakan di sekolahnya juga untuk ajang silaturahmi dan untuk menambah semangat siswa mengikuti kegiatan ekstra kurikuler. (Najib Zakaria)

BAGIKAN