KABAR BIREUEN – Sejumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, mengeluh. Masalahnya, suplai air ke ruang pasien rawat inap SMF Bedah Delima,  sudah dua hari (28-29/7/2018) terhenti.

Salah seorang pasien yang sedang dirawat di ruang tersebut kepada wartawan, Minggu (29/7/2018) siang, mengatakan, sudah dua hari ini dirinya sangat kesulitan memperoleh air di ruangan.

Bahkan saat hendak buang air kecil saja, dalam kamar mandi tidak ada air. Ini belum lagi untuk mandi dan kebutuhan lainnya,

“Kita sangat berharap, persoalan air ini cepat teratasi,” ujarnya kesal.

Salah seorang keluarga pasien rawat inap, mengatakan, pasien dan keluarga di ruang rawat inap terpaksa harus mencari alternatif lain, lantaran suplai air terhenti.

“Untuk keperluan pasien ke kamar mandi, kita harus menggangkut air di MCK umum yang berada di luar ruangan dan bayar,” ungkapnya.

Ia berharap, pihak rumah sakit segera mengatasi persoalan tersebut. Sehingga, pasien yang menjalani pengobatan merasa nyaman, tanpa ditambah beban lagi mengangkut air ke toilet.

Hal senada juga yang disampaikan salah seorang pengunjung rumah sakit di ruangan Delima lain yang datang khusus untuk menjenguk saudaranya yang sedang dirawat inap. Menurutnya, pasien kesulitan saat hendak ke kamar mandi yang dilihatnya dalam kondisi memprihatinkan. Hal itu, karena tidak tersedianya air di kamar mandi.

“Saya sedang menjenguk saudara saya yang sakit di sini. Memang parah sekali rumah sakit ini, masa air saja tidak ada. Bagaimana para pasien kalau mau buang air dan lainnya,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, petugas yang sedang bertugas di ruang rawat inap SMF Bedah Delima yang dikonfirmasi Kabar Bireuen, Minggu (29/7/2018) siang, mengaku, memang benar sudah dua hari suplai air ke kamar mandi di ruangan-ruangan pasien terhenti.

“Kami telah melaporkan masalah ini ke bagian yang bersangkutan,” kata salah seorang petugas.

Amatan Kabar Bireuen di lokasi, ruang pasien untuk rawat inap di SMF Bedah Delima terdiri delapan kamar. Suplai air ke semua kamar tersebut memang masih terhenti.

Untuk keperluan MCK pasien, pihak keluarga membeli dan menggangkut sendiri air dari MCK umum yang berada di luar ruangan. Bahkan ada juga pasien yang dibopong oleh keluarga ke MCK umum untuk membuang air besar dan kecil. Tarifnya, seribu rupiah untuk sekali ke MCK umum. (Herman Suesilo)

 

BAGIKAN