Ribuan Penziarah saat Mengikuti Ziarah Keluarga Bin Syeih Abu Bakar ke makam Nabiyallah Hud AS.

KABAR BIREUEN-Salah satu Nabi sekaligus Rasul yang wajib kita ketahui adalah Nabi Hud AS. Makamnya terletak di Syi’ib Hud, salah satu lembah nan luas di Hadhramaut, tepatnya berjarak 80 km dari kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, kota saat ini penulis berdomisili.

Pada bulan Syakban, masyarakat Hadhramaut mengadakan sebuah event yang tak terlewatkan oleh setiap masyarakatnya, yaitu ziarah akbar ke makam Nabiyallah Hud AS.

Ziarah Nabi Hud As merupakan agenda tahunan masyarakat Hadhramaut yang sudah menjadi tradisi turun temurun dari zaman dahulu.

Di masa Syeh Abdullah Ba Abbad, ziarah Nabi Hud As biasanya diadakan setelah selesai panen kurma. Kemudian pada masa Syeh Abu bakar bin Salim, musim ziarah Hud ditradisikan setiap tahun selama tiga sampai hari di awal bulan Syakban.

Meskipun puncaknya ziarah akbar tersebut jatuh pada tanggal 10 Syakban, namun area makam Nabi yang pernah diziarahi Nabi Sulaiman AS tersebut sudah dipadati penziarah sejak awal Syakban. Seminggu sebelum hari H tersebut, sudah banyak para penziarah yang datang ke area makam Nabi tersebut.

Jutaan penziarah datang berbondong-bondong menghadiri acara tahunan tersebut. Tidak hanya orang pribumi saja yang ikut meramaikan agenda tersebut, namun orang dari luar negeri Ratu Balqis pula ikut membeludak di area makam Nabi yang diutuskan ke kaum Ad tersebut.

Tak terkecuali masyarakat Indonesia, Malaysia, Singapura, Somalia, Tanzania, Oman dan sebagainya.

Mereka rela berkumpul berdesak-desakan, menguras tenaga menaiki perbukitan, menahan teriknya matahari yang menampar bumi Hadhramaut.

Hal tersebut dilakukan demi membuktikan kecintaannya kepada sang Anbia yang diutuskan Allah Swt kepada umat manusia.

“Seperti halnya semut nan berkerumunan menghisap manisnya gula, begitu pula para penziarah berduyun-duyun datang demi mengais manisnya berkah ziarah makam Anbia”.

Suasana terlihat kian ramai ketika memasuki hari puncak ziarah, yaitu pada pagi hari 10 Syakban, tepatnya ketika ziarah keluarga Syeikh Abu Bakar bin Salim. Acara ini merupakan acara yang ditunggu-tungu penziarah sekaligus acara akhir dalam agenda ini.

Biasanya, ziarah puncak tersebut dipandu langsung oleh munsib dari keluarga Syeikh Abubakar bin Salim.

Setelah agenda ziarah puncak selesai, para penziarah bergegas pulang kedaerahnya masing-masing dengan tertib. Saat pulang mereka biasanya membawa oleh-oleh untuk keluarga dan tetangganya.

Itulah antusias masyarakat dalam menyambut ziarah akbar tahunan Nabi Hud AS. Semoga ziarahnya berkah dan maqbulah!, serta bermanfaat bagi yang membaca. (Yunalis Abdul Gani B.Sc, mahasiswa pascasarjana Universitas Al Ahgaff, Yaman, asal Cot Trieng, Simpang Mamplam, alumnus Ummul Ayman, Samalanga)

 

 

BAGIKAN