KABAR BIREUENStok bahan makanan dan kebutuhan lainnya untuk pengungsi Rohingya di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bireuen di Kawasan Cot Gapu mulai kekurangan menipis dan bahkan tak ada lagi stok persediaan.

Karena itu, Satuan tugas (satgas) yang berada di posko Rohingya yang sudah berada di SKB sejak  20 April 2018 mengharapkan bantuan dermawan dan pihak lainnya untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari pengungsi.

Adapun kebutuhan di posko pengungsi Rohingya yang dibutuhkan adalah ikan segar  sebanyak 12 kg/hari, sayuran, sesuai kebutuhan, air mineral, 14 galon/hari dan gas elpiji, 9 kg/hari.

Sebagaiman diketahui, sejak dua  minggu lalu dana dari International Organization for Migration (IOM) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi tidak dikirim lagi, sedangkan pendanaan dari APBK Bireuen belum juga jelas.

Tak hanya terkait stok makanan dan kebutruhan bagi pengungsi, hal lainnya yang juga muncul adalah, saat ini komplek SKB digunakan untuk Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahrga Bireuen dan sbagian juga sedang direhab.

Akibatnya, para pengungsi terpaksa tidur di tenda tenda,  di ruang terbuka dekat pos pelayanan relawan karena  gedung sebelah timur juga sedang direhap.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen Drs Murdani yang dikonfirmasi Kabar Bireuen, Selasa malam (18/9/2018) membenarkan permasalahan tersebut.

Dikatakannya, dana dari dinas sudah tak ada lagi, sebab masa Tanggap Darurat habis masa  Sehingga tak jelas harus dianggarakan dari sumber mana. Jadi untuk bantuan hanya mengharapkan bantuan dermawan saja.

“Karena itu saat ini yang sangat penting bagi saudara- saudara kita pengungsi Rohingya adalah agar segera direlokasi ke tempat yang lebih layak ke Langsa sebagaimana kesepakatan sebelumnya. Surat bupati kepada gubernur juga sudah berkali kali kita layangkan. Begitu juga surat gubernur kepada Pemkot Langsa tidak dipedulikan Kita sangat mengharapkan peran  Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk mempercepat relokasi pengungsi ke Langsa,” ungkap Murdani. (Ihkwati)

 

BAGIKAN