KABAR BIREUEN-Program Keluarga Berencana itu mengatur jarak kelahiran. Jangan sampai baru lahiran sudah hamil lagi. Ibu-ibu yang sudah bekeluarga harus menjaga kesehatan dirinya, suami serta keluarga.

“Makanlah makanan yang baik dan halal, sehingga saat melahirkan anak-anaknya menjadi anak yang saleh dan salehah serta baik. Mandum asal dari bijeuh got, maka akan lahe yang g0t-got cit,” begitu pesan Bupati Bireuen H saifannur S.Sos pada sosialisasi  Bantuan  Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dan penyerahan secara simbolis biaya operasional pembinaan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) se Kabupaten Bireuen, Rabu (16/1/2019) sore di Aula Lama Setdakab setempat.

Bupati Saifannur menharapkan para ibu agar memberinya susu sendiri untuk anak-anakanya, bukan memberi susu sapi.

Agar tumbuh sehat dan menjadi anak yang baik, katanya, maka harus mendidik dan menjaga anak-anaknya jangan sampai  slaah melangkah dan menjadi anak tak baik.

Banyak sekarang ibu-ibu yang bekerja dari pagi dan pulang magrib, anak suruh jaga sama pembantu. Sehingga kadang perkembangan anak tak diketaui oleh orang tuanya.

“Seharusnya, sesibuk apapun ibu, harus merawat anak dan menjaganya. Anak-anak harus menjadi anak yang baik  dan saleh serta salehah, Harus jadi anak manusia. Bui lahe 11 boh aneuk, man 11 jeut keuh bui. Meunyo aneuk ureueng han teunte mandum jeut keuh manusia, meunyo salah tadidik dan tarawat,” tamsilnya disambut tawa hadirin.

Karena itu, dia juga berpesan agar menjaga anak gadis baik-baik,  jangan sampai salah melangkah. Orang Aceh ini orang yang bermartabat, maka jagalah itu baik-baik.

Sebelumnya,  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Bireuen, Bob Miswar, SSTP, M.Si dalam laporannya menyebutkan, kegiatan sosialisasi dan pemeberian bantuan operasional Keluarga Berencana tersebut  sasarannya adalah  para Peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD.

Peserta yang mengikuti sosilaisasi terdiri dari UPT, 4 orang, PKB/PLKB , 24 orang, PPKBD/Sub PPKBD 262 orang.

Peran PPKBD adalah untuk pembinaan masyarakat, kepengurusan, penyuluhan, motivasi dan konseling, pelayanan ulang, rujukan, pendatan/pencatatan, pertemuan rutin, kegiatan program KB serta kegiatan kemandirian.

Hadir pada kegaitan tersebut wakil Bupati bireuen  Dr.H Muzakkar A.Gani SH,M.Si, sekda Bireuen, ir Zulkifli Sp, asisten II setdakab Bireuen, Ir Ibrahim M.Si, Kepala Dinas kesehatan Bireuen dr Amir Addani serta sejumlah undangan lainnya. (Ihkwati)

 

BAGIKAN