KABAR BIREUEN– Solidaritas Guru Muda Aceh (SIGMA) Bireuen menggelar Seminar nasional Menjadi Gurunya Manusia dengan tema Optimalisasi Pendidikan Sesuai Potensi dan Bakat Anak, Kamis (20/12/2018) di Aula Auditorium  Akademic Center (AAC) Ampon Chiek Kampus Universitas Almuslim Peusangan.

Seminar ini di buka oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bireuen, Drs Muhammad Nasir M.Pd.

Pemateri pada seminar tersebut, Munif Khatib, Motivator Pendidikan/Konsultan Gurunya Manusia, yang juga Direktur Sekolah Insan Mandiri Cibubur, Bekasi.

Ketua SIGMA, Alfian M.Pd dalam sambutannya menyebutkan, peserta  seminar sebanyak 750 orang, dari Bireuen. Mereka adalah perwakilan kepala sekolah, guru MIN, SD, SMP, dan UPTD di seluruh kecamatan di Kabupaten Bireuen, juga ada dari Nagan Raya dan Gayo Lues.

dikatakannya, guru adalah manusia pembelajar. Frekuensi waktu belajar guru menentukan kualitas guru membentuk divisi khusus untuk pelatihan dan pengembangan guru mengadakan program bedah buku secara regular dan mencari solusi bersama tentang siswa “bermasalah”.

Gguru di sekolahnya manusia memiliki tiga kewajiban, yaitu  membuat perencanaan mengajar dan melakukan evaluasi pembelajaran dan suatu hak belajar.

Gurunya manusia punya keikhlasan dalam mengajar dan belajar, kerjasama antara wali murid guru dan sekolah.

Paradigma wali murid di Finlandia mengenai guru dan sekolah, guru adalah pahlawan, guru adalah orang tua kedua bagi anak, mengajar adalah pekerjaan yang rumit, mementingkan proses bukan hasil memberi kritik santun dan bekerja sama serta menganggap kognitif bukan yang utama.

“Tujuan kegiatan seminar nasional ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahwa tidak ada anak bodoh, semua anak adalah juara meningkatkan pengetahuan tentang multiple intelligence system. Membantu menyelesaikan permasalahan anak nakal di kelas membantu menyelesaikan masalah berkaitan dengan pembelajaran upaya menjadi guru hebat seperti di Finlandia,” sebutnya.

Dengan seminar ini guru dapat menjadi lebih kreatif dan termotivasi untuk mengajar lebih baik agar semua murid dapat mendapatkan haknya untuk belajar dan memahami semua materi dengan baik.

Kegiatan ini juga dapat bermanfaat untuk pengelola sekolah yang ingin menerapkan sistem pembelajaran yang lebih baik tanpa mengganti kurikulum yang sudah ada.

Sementara itu, Anggota DPR RI  Drs H .Anwar idris yang mendukung seminar nasional tersebut, dalam sambutan mengatakan selama ini hanya melihat Munif Khatib di majalah dan web, tapi hari ini hadir di tengah-tengah kita, itu sangat luar biasa .

Anwar Idris, anggota Komisi X, yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, Perpustakaan meneybutkan,  ada kabar gembira untuk K2 setelah pemerintah meneken Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Dan mereka ygan honor sangat berpeluang karena telah lama mengabdi.

“Ini bukan P3 yang lain ya,” sebutnya disambut gelak tawa para peserta.

Acara seminar ini turut dihadiri Ketua Fraksi Partai Aceh DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar S.Sos, perwakilan Bank Aceh dan tamu undangan lainnya. (Ihkwati)

 

 

BAGIKAN