KABAR BIREUEN – Setahun sudah Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, H Saifannur S.Sos- Dr Muzakkar A Gani SH., M.Si memimpin Bireuen.

Saifannur- Muzakkar dilantik Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf pada 10 Agustus 2017 lalu di Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen.

Selama setahun memimpin Bireuen, Bupati Saifannur mempunyai program unggulan yang selalu didengung-dengungkan, yatu pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan rumah sakit regional.

Namun, sampai detik ini, lokasi dan kelanjutan rencana pembangunannya memang belum jelas.

Begitu juga halnya dengan sejumlah program lainnya, terkait masalah di RSUD dr Fauziash Bireuen dan pendidikan, juga perlu dituntaskan.

Pun begitu, sejumlah pembangunan infrastruktur, baik jalan serta irigasi dalam tahap pengerjaan.

Untuk mengevaluasi setahun pelaksanaan tugas Bupati dan Wakil Bupati Bireuen periode 2017-2022, DPRK Bireuen akan menggelar sidang paripurna, Senin besok (12/8/2018) di ruang sidang gedung dewan setempat.

Dalam evaluasi tersebut akan dibicarakan isu strategis, terkait lokasi dan pembangunan IPDN, Rumah sakit Regional, lokasi tanah PJKA, RSUD dr Fauziah Bireuen, pendidikan/guru SD serta hal-hal lain yang dianggap perlu.

Sekedar diketahui, Saifannur dan Muzakkar dalam memimpin Bireuen mempunyai visi dan misi, yaitu Terwujudnya Kabupaten Bireuen yang Adil, Makmur, Aman dan Damai Berlandaskan Syariat Islam.

Kemudian misi yang disampaikan yaitu terciptanya pembangunan yang seimbang, terukur dan terintegrasi dalam wilayah Kabupaten Bireuen.

Meningkatkan daya saing daerah dibidang pertanian, perikanan, perindustian, perdagangan, serta menata dan mengembangkan potensi kebudayaan dan pariwisata yang islami dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selanjutnya,  mewujudkan tata kelola pemerintahan yang dinamis, terukur, responsif, akuntansi, transparan, profesional dan islami, terciptanya kenyamanan dan kedamaiaan dalam kehidupan masyarakat, serta mengutamakan asas musyawarah dan mufakat dalam penyelesaian masalah dan terciptanya mutu pendidikan yang kompetitif.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan tujuh pilar pembangunan Bireuen, diantaranya syariat islam, adat dan budaya salah satunya dengan pengadaan museum adat dan budaya.

Ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan olahraga dengan pembangunan Sport Center.

Kemudian reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan dengan melakukan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan dengan pengadaan stasiun radio pemda untuk memudahkan informasi bagi masyarakat, serta keberlanjutan perdamaian Aceh, dan yang terakhir menjaga lingkungan dan pengentasan kemiskinan masyarakat Bireuen. (Ihkwati)   

BAGIKAN