KABARBIREUEN – Tak hanya mobil dengan tangki yang diduga sudah dimodifikasi supaya daya tampung lebih besar, sejumlah sepeda motor dengan tangki yang sudah diduga juga telah dimodif pun ikut antri bahan bakar minyak jenis bensin di sebuah SPBU kawasan Desa Bireuen Meunasah Reuleut, Kota Juang, Bireuen.

Pantauan wartawan di SPBU tersebut, Sabtu (9/3/2019) sekitar pukul 09.30 WIB, beberapa sepeda motor dengan tangki diduga telah dimodifikasi terlihat antre dekat sebuah pompa khusus sepeda motor di SPBU tepi jalan lintas Banda Aceh – Medan itu.

Sepeda motor dengan tangki yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa berjejer dengan sejumlah sepeda motor yang memiliki tangki yang mampu menampung bensin dalam jumlah lumayan banyak untuk ukuran rata-rata sepeda motor.

Sepeda motor dengan tangki lumayan besar itu seperti jenis Suzuki Thunder, Yamaha Vixion dan Vespa model lama. Ada pula sejumlah motor bebek jenis yang dimodifikasi dengan cara menambah tangki di bagian depan tempat duduk atau sadel sepeda motor.

Bahkan ada sepeda motor metic jenis Yamaha Mio yang tangkinya dimodifikasi supaya daya tampung bensin lebih banyak. Tangki modifikasi itu sekaligus menjadi tempat duduk pengendaranya. Hanya beberapa sepeda motor dengan tangki normal.

Sekitar 20-an sepeda motor itu diparkir berbentuk antrian menunggu tibanya pasokan bensin. Sejumlah pemiliknya turut nongkrong di area dan sekitar SPBU. Memang antrian itu tak mengganggu pengendara yang hendak mengisi BBM.

Bila dilihat lebih dekat, sebagian sepeda motor itu ada yang bernomor polisi seri luar Bireuen dan ada pula berpelat nomor seri Bireuen. Diduga rata-rata masa berlaku STNK sudah berakhir. Kemungkinan sepeda motor dengan tangki modif itu khusus untuk mengantri bensin.

Seorang perempuan yang sepeda motornya ikut antre mengatakan mereka terpaksa antre sejak pagi guna mendapatkan bensin. Sebab petugas SPBU tak mau lagi mengisi bensin ke dalam jeriken lebih dari lima liter. Sebagaimana sebelumnya.

“Biasanya bensin masuk sekitar pukul tiga sore, begitu dapat kami pulang untuk menguras lalu balek lagi ke sini, paling dapat dua kali saja, jarang dapat tiga kali antri untuk dijual lagi di kios,” kata perempuan yang enggan menyebut namanya.

Sementara sejumlah laki-laki yang sepeda motornya antre memilih menghindar saat didekati dan enggan diajak bicara. Pemandangan itu kini menjadi hal baru, sebab minimnya persediaan bensin di SPBU di wilayah Bireuen. (Desta Fauziana).

BAGIKAN