KABAR BIREUEN-SDIT Muhammadiyah Bireuen berhasil menjadi juara 2 Lomba Budaya Mutu (LBM) Tingkat Nasional sekolah swasta tahun 2018.

Malam Grand Final Lomba Budaya Mutu digelar Kamis malam, (25/10/2018) di Lorin Solo Hotel, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Penyerahan hadiah dan piala sebagai juara 2 LBM Tingkat Nasional sekolah swasta tersebut diterima Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen, Rizky Dasilva,S.P.d.I, MA, dengan hadiah Rp 20 juta.

Rizki Dasilva kepada Kabar Bireuen melaui pesan WhatsAppnya usai menerima hadiah mengucapkan syukur atas prestasi tersebut.

“Alhamdulillah, Subhanallah, Allahuakbar. Saya sangat bersyukur. Terimakasih Ibunda yang melahirkan saya. Terimakasih untuk istri Emi Suhartini yang sangat sabar mendidik buah hati di rumah. Terimakasih atas kerjasama dan komitmen seluruh guru di sekolah,” ucapnya haru sekaligus bangga.

Dikatakannya, Grand final LBM tahun 2018 digelar 23-26 Oktober 2018, bertujuan untuk  menetapkan Sekolah kejuaraan Lomba Budaya Mutu di Sekolah Dasar tahun 2018.

Peserta grand final terdiri dari 120 peserta terdiri dari SD rujukan,SD Negeri dan SD Swasta. Dibagi dalam 6 kelas, masing-masing kelas berjumlah 20 SD.

Kegiatan grand final Lomba Budaya Baca di sekolah dasar merupakan tahap akhir dari kegiatan untuk menetapkan kejuaraan lomba yang dilakukan melalui presentasi dan wawancara.

“Skor yang diperoleh pada saat grand final dikombinasikan dengan skor penilaian tahap sebelumnya, yaitu studi dokumentasi dan visitasi dengan pembobotan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Disebutkannya, setelah melalui serangkaian tahapan, akhirnya juri memutuskan SDIT Muhammadiyah Bireuen meraih juara 2 LBM Tingkat Nadional kategori Sekolah Swasta.

Ini semua, katanya, berkat kerja keras semua pihak. Karena itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pembina SDIT Muhammadiyah Bireuen, dr. Athaillah Latief, Plt Kadis Dikpora Bireuen, Drs Muhammad Nasir, M,Pd dan  Kasi Kurikulum SD, Surya M Harun.

“Terima kasih kepada Komite Jafar Kobar dan guru kami Zainuddin Karim, terima kasih kepada seluruh wali siswa SDIT Muhammadiyah Bireuen,” sebutnya.

Disebutkan Rizki, pendidikan Aceh harus bangkit dan optimis. Untuk meraih prestasi ditingkat nasional bukan hal yang mudah. Karena persaingan di level nasional itu sangat berat. Seluruh sekolah dasar di Indonesia itu Sekolah keren semua.

Terutama sekolah swasta. Seperti SD Islam Terpadu dari Sabang sampai Merauke.

“Tapi tidak mengurung niat saya untuk bersaing. Aceh harus bangkit dan optimis. Sekolah Muhammadiyah di Aceh tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Saya cemburu melihat Sekolah Muhammadiyah di Pulau Jawa yang kaya prestasi,” katanya.

Di Lomba budaya mutu hal yang paling inti dinilai adalah manajemen berbasis sekolah, pembelajaran dan ekstrakurikuler. Selama ini, dia sudah berusaha bersama guru di SD IT Muhammadiyah Bireuen membuat manajemen yang teratur di sekolah, pembelajaran yang menyenangkan secara attractive teaching dan ekstrakurikuler yang dibutuhkan oleh siswa sesuai dengan bakatnya.

Hal inilah yang menjadi sebagian penjelasannya, saat mempresentasikan budaya mutu sekolah di depan para juri. Sesuai dengan motto SDIT Muhammadiyah Bireuen, shaleh, mandiri dan berprestasi.

“Piagam dan hadiah ini saya persembahkan untuk seluruh guru di sekolah. Mari mengajar dengan hati tanpa paksaan. Dan Kepada seluruh sahabat kecil, tetap semangat menghafal Alquran semudah tersenyum,” jelasnya.

Dia berharap, semoga ke depan bisa lebih baik lagi. Dan berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada.(Ihkwati).

BAGIKAN