KABAR BIREUEN – Seluruh sapi indukan jenis Brahman Cross bantuan Dirjen Peternakan pada Kementerian Pertanian RI untuk Kabupaten Bireuen yang diterima akhir tahun 2018 lalu dalam kondisi sehat dan kini umumnya bunting.

Jumlah sapi bantuan Kementan tersebut 95 ekor, 50 ekor ditempatkan di unit pengembangan peternakan milik Dinas Pertanian Bireuen di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Juli dan sisanya 45 ekor ditempatkan di tiga kelompok tani masing-masing 15 ekor.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Murhalim SP, Rabu (12/06/2019) mengatakan meski disebutkan umumnya bunting, tetapi jumlah pasti yang bunting belum dapat dipastikan.

“Jumlah yang bunting belum pasti sebab pemeriksaan kebuntingan (PKB) tidak dapat dilakukan sekaligus, tetapi bertahap supaya tidak membuat efek kurang baik untuk sapi, seperti stres sehingga dapat mempengaruhi nafsu makan,” jelasnya.

Pemeriksaan kebuntingan yang dilakukan, sebut Murhalim dari 50 ekor sapi di lokasi pengembangan peternakan Dinas Pertanian Bireuen di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Juli, 27 ekor berciri bunting. Hasil pemeriksaan terhadap 14 ekor, sembilan positif bunting.

Pada kelompok tani di Kecamatan Peusangan dari empat yang diperiksa, keempatnya positif bunting. Pada kelompok tani di Peusangan Selatan sembilan dari 15 ekor bunting dan pada kelompok tani di Kecamatan Simpang Mamplam empat dari 15 ekor bunting.

“Perlu diketahui bahwa, jumlah yang bunting itu hasil pemeriksaan kebuntingan yang sudah dilakukan, belum untuk seluruhnya, pemeriksaan kebuntingan dilakukan dengan terbatas dan bertahap demi menjaga kondisi dan kesehatan sapi,” terangnya.

Dari peninjauan yang dilakukan tim, umumnya sapi indukan berciri bunting. Tetapi harus dilakukan pemeriksaan untuk kepastiannya. Katanya, dalam waktu dekat sudah dapat diketahui pasti jumlah sapi indukan bantuan yang bunting.

Murhalim menyampaikan, seluruh sapi bantuan Kementan melalui program yang dimaksud untuk pengembangan populasi ternak sapi di Kabupaten Bireuen itu masih lengkap. “Tidak ada yang hilang atau berkurang dengan sebab lain,” katanya.

Pantauan yang dilakukan wartawan di kandang Kelompok Tani Rizkina di Kecamatan Peusangan, jumlah sapi masih 15 ekor sebagaimana jumlah diterima.

Herman pekerja yang menjaga sapi di sana menyebutkan sapi bantuan itu dalam kondisi sehat. (Desta Fauziana)

BAGIKAN