KABAR BIREUEN- Kondisi Pasar Induk Bireuen di Desa Geulanggang Gampong yang sudah diresmikan Pemkab Bireuen beberapa bulan lalu semakin jorok dan semraut.

Amatan Kabar Bireuen Selasa (20/11/2018), disepanjang jalan pasar induk yang dilintasi saluran Irigasi Pante Lhong-II yang berbatasan dengan Desa Pulo Ara, Geudong Teungoh dipenuhi tumpukan sampah.

Tidak diketahui pasti, apakah dibuang pedagang pasar induk atau warga sekitarnya.

Hal tersebut tentu saja membuat pengguna jalan tidak nyaman. Selain menimbulkan bau tidak sedap, juga merusak pemandangan.

Bukan hanya membuat pengguna jalan tidak nyaman, bau sampah tersebut juga tercium hingga ke rumah warga sekitar.

Dilintasan jalan Pasar Induk yang dilintasi saluran Irigasi Pantee Lhong II juga terpasang sebuah spanduk dilarang membuang sampah di jalan saluran Irigasi.

Sumber Kabar Bireuen dari beberapa pedagang ikan, pedagang sayur mengatakan, di komplek pasar induk tidak ada satupun tempat buang sampah, sehingga wajar para pedagang pasar induk maupun warga lingkungan membuang sampah di sepanjang jalan pasar induk.  

Semrautnya pasar Induk Bireuen lantaran para pedagang sayur mayur belum menempati pasar sayur akibat dinding bangunan tertutup tidak bebas udara bagi pedagang sayur sehingga suasana ruangan panas.

Para pedagang sayur terdiri dari nyak-nyak dari desa terpaksa membangun kios-kios liar darurat sebagai lapak penjualan sayur mayur telah mengakibatkan kondisi pasar induk Bireuen semakin semarut.

Para pedagang sayur pasar induk Bireuen yang belum memempati pasar iduk sangat berharap kepada Dinas terkait untuk segera merenovasi kembali dinding pasar sayur agar tidak mubazir dan dapat difungsikan kembali para pedagang payur(H.AR Djuli).

 

 

 

BAGIKAN