KABAR BIREUEN – Pasar ‘Lop-lop’ (Pasar Los) Bireuen di areal milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jalan T. Hamzah Bendahara yang belakangan ini telah dipagari dengan seng di sebelah utara, kini tidak terhalang lagi dan dapat diakses kembali oleh pembeli.

Dengan pertimbangan dalam rangka menghadapi lebaran Idul Adha 1439 H, developer yang ingin membangun ruko di lahan itu, telah membuka kembali pagar seng yang menutupi pasar los tersebut sejak Senin (13/0/2018).

“Kami telah membuka kembali pagar seng yang yang telah menutupi pasar itu. Sekarang pasar tersebut sudah dapat diakses kembali,” ungkap developer tersebut, H. Jamaluddin A. Gani, kepada Kabar Bireuen, Senin (13/8/2018) malam.

Karena berbagai pertimbangan, pihaknya membiarkan para pedagang berjualan di pasar los tersebut. Terutama, agar mereka dapat berjualan seprti biasa, dalam menghadapi lebaran Idul Adha nanti.

“Saat mulai dibangun jalan dua jalur oleh Pemkab Bireuen tahun ini, pedagang di Jalan T Hamzah Bendahara atau depan RSUD dr Fauziah Bireuen, telah direlokasi ke Pasar Induk Bireuen di Geulanggang Gampong. Yang tersisa pedagang di pasar los itu. Karena lahan milik PT KAI itu sudah kami kontrak sejak sepuluh tahun lalu, kami juga ingin kios-kios di pasar los itu juga direlokasi, agar kami bisa membangun ruko,” kata Jamaluddin.

Untuk keperluan membangun ruko di lahan itu, lalu pihaknya memagari pasar los tersebut dengan seng. Namun, pedagang di pasar los itu belum mau pindah, karena mereka tidak tahu harus pindah ke mana untuk bisa berjualan lagi.

Kemudian, para pedagang pakaian tersebut mengadu ke DPRK Bireuen dan Pemkab Bireuen, agar pagar seng itu dibuka untuk memudahkan para pembeli berbelanja di sana dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1439 H ini.

“Atas permintaan Pemkab Bireuen dan permohonan pedagang, kami dengan rela membuka kembali pagar seng itu. Mereka telah membuat surat pernyataan, akan pindah atau siap direlokasi ke lokasi baru usai lebaran nanti,” jelas pria yang akrab disapa H. Jamal 88 ini.

Menurut dia, tidak masalah baginya menunda dulu pembangunan ruko tersebut hingga seusai lebaran Idul Adha ini. Itu apabila dibandingkan dengan sepuluh tahun lamanya dia bersabar. Tapi, selama ini belum juga dia bisa mewujudkan niatnya untuk membangun ruko di areal tersebut. Padahal, dirinya sudah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sejak saat itu.

Diberitakan sebelumnya, puluhan pedagang di pasar los tersebut mendatangi gedung DPRK Bireuen untuk mencari solusi agar mereka tidak digusur. Mereka dua kali melakukan pertemuan dengan anggota dewan setempat dan sekali beraudiensi dengan Pemkab Bireuen. Para pedagang juga meminta, agar dibuka pagar yang telah dipasang developer dan telah menutupi kios mereka. (Suryadi)

BAGIKAN