KABAR BIREUENRahmani tak bisa kuasa membendung air matanya menahan air mata saat Wakil Ketua Kami Peduli Bireuen, Ihkwati, memeluknya usai menyerahkan secara simbolis sembako pada serah terima rumah rehab bantuan KPB, Senin sore (4/3/2019) di Desa Keudee Matang, Kecamatan Peusangan, Bireuen.

Dia terus menangis sambil meyeka air matanya dengan jilbab yang dikenakannya, bahkan sampai dituntun kembali duduk di kursi, wanita 9 anak itu masih saja menangis.

“Terima kasih banyak atas bantuan KPB, para donatur serta warga kampung yang telah membantu membangun rumah untuk kami berteduh. Hanya tuhan yang bisa membalas kebaikan kalian semuan,” ucapnya haru.

Rumah sebelumnya yang ditinggali Rahmani bersama sembilan anak dan cucunya itu telah berakhir masa kontraknya dan dia harsu pindah secepatnya dari rumah tersebut.

Karena itulah, Kami Peduli Bireuen membantu merehab rumah tersebut, dengan bantuan warga masyarakat setempat dan atas kepedulian Wakapolsek Peusangan, Ipda Azhar.

Koordinator KBP, Bripka Deni Putra SE,MM dalam sambutannya pada penyerahan rumah tersebut  mengatakan, Rahmani dulunya tinggal di rumah berukuran 4×5 meter  bersama 10 anggota keluarga lainnya.

“Bayangkan saja, di rumah seukuran itu, ada 11 orang yang tinggal. Lalu rumah itu juga sudah habis masa kontraknya dan dia harus secepatnya pindah. Kita dapat info dari Wakapolsek dan warga. Karena itu kita kemudian membantu melanjutkan rehab rumah bu Rahmani,” ungkap Deni Putra.

Rehab rumah Rahmani, sebut Deni, menghabiskan anggaran Rp 4,4 juta.

Sementara itu, Wakapolsek Peusangan, Ipda Azhar, mengatakan, dirinya membantu dan ikut peduli terhadap nasib Rahmani karena sebagai putra kampung tersebut, dia harus peduli.

“Tapi saya juga sedih, karena  ada warga miskin  lainnya yang juga mengharapkan bantuan yang sama. Saya berharap ada orang kaya semakin peduli dan memberikan sumbangan untuk membantu saudara kita yang miskin melalui KPB,” harapnya.

Salah satu Donatur KPB, Rizky Dasilva S.Pd.I, MA, dalam sambutan dan pesan singkatnya yang sangat menyentuh mendoakan agar rumah yang ditempati Rahmani bersama keluarganya menjadi Rumahku Syurgaku, untuk menjadi rumah yang dingin, harus diisi dengan bacaan Alquran.

Pada kesmepatan itu, kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen ini menyebutkan, dengan bersedekah dan berinfaq maka akan bisa membawa kita ke syurga. Tak ada guna harta banyak dan kaya raya bila itu akan membawa ke neraka.

“Karena itu perbanyaklah sedekah dan berinfaq,” ajaknya.

Pada kesempatan itu, Koordinator KPB, Deni Putra menyematkan PIN KPB kepada Koordinator Gampong Keude Matang.

Selain itu, juga diserahkan piagam penghargaan kepada tukang yang membangun rumah Rahmani, yaitu Effendi serta bentuk apresiasi dengan memberikan sedikit uang, yang diserahkan Bendahara KPB, Taufiq Maulana.

Juga tampak hadir pada kegiatan tersebut Sekretaris KPB, T Qadarisman, sejumlah relawan KPB, Putri Suri Ashara, Syukri, Ismuhardi, Ria Sudiyono, Nazariani, Elga Safitri, Murni M Nasir, Maulana, para guru SDIT Muhammadiyah Bireuen dan warga setempat. (Ihkwati)

BAGIKAN