KABAR BIREUEN – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr Suhariyanto, meresmikan Gedung Kantor BPS Bireuen dan Pidie Jaya, Kamis (3/1/2019) yang dipusatkan di Kantor BPS Bireuen, Jalan Medan-Banda Aceh, Gampong Bireuen Meunasah Blang, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen,

Peresmian tersebut ditandai peusijuek oleh Tgk H Muhammad Amin Mahmud atau Abu Tumin Blang Bladeh. Dilanjutkan dengan pemotongan pita, sebagai pertanda dibukanya secara resmi penggunaan gedung kantor tersebut.

Kepala BPS RI, Dr Suhariyanto, dalam arahannya mengatakan, silakan untuk mengatur interior kantor sesuai keinginan, agar kantor jadi nyaman. Silahkan buat seperti rumah kedua.

Disebutkannya, aset ini milik negara, seluruh gedung dan isinya harus dirawat sebaik-baiknya seperti rumah sendiri. Laporannya harus transparan dan tertib administrasi.

Gedung ini, katanya, dibangun dengan uang rakyat. Jadi, harus digunakan untuk masyarakat atau rakyat. Siapapun yang datang, harus diperlakukan sama. Buka pintu seluas-luasnya untuk masyarakat.

“Perkuat koordinasi. Data tersebut harus diterjemahkan menjadi kebijakan, sehingga data tak hanya jadi barang mati,” sebutnya.

Ke depan, dia berharap, rekam data semakin meningkat. Mau tidak mau harus menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Bireuen, katanya, memiliki potensi wisata luar biasa. Kuliner luar biasa. Jadi, banyak yang bisa dijual. Jangan hanya berkutat pada data yang ada, tapi kembangan ke hal lain. Bukan hanya pertanian dan ekonomi semata.

“Pesan saya, ini tahun politik, bertebaran berita hoax atau bohong. Cek lagi apa berita tersebut benar, baik atau mengandung manfaat. Kalau tidak, jangan disebarkan,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Bireuen, H. Saifannur, S.Sos dalam sambutannya menyebutkan, data yang nanti dihasilkan pada Sensus Penduduk 2020 akan mempunyai peran yang strategis dalam upaya pemerintah mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) untuk enam hal.

Di antaranya, menyangkut masalah kemiskinan, kelaparan, kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender serta sanitasi dan air bersih.

“Saya berharap ke depan, data-data statistik yang diberikan BPS adalah data terbaru dan lebih lengkap untuk Kabupaten Bireuen. Indikator statistik yang lebih lengkap dan sangat dibutuhkan untuk keperluan perencaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan,” harapnya,

Sebelumnya, Kepala BPS Bireuen, Dara Dian, SE dalam laporannya menyebutkan, revitalisasi gedung baru BPS Bireuen bisa terwujud karena tersedianya anggaran Rp3,8 miliar dari APBN. Luas bangunannya 581 meter persegi dan berlantai dua. Dibangun oleh PT Pitra Sari Rahayu, dengan masa pengerjaannya selama 7 bulan, mulai 16 April -11 November 2018.

“Ada 24 orang pegawai yang selalu siap bekerja sesuai pelopor nilai-nilai BPS. Mohon dukungan dari bupati dan semua pihak untuk kelancaran tugas kami di lapangan, sehingga bisa menyajikan data seindah aslinya,” katanya.

Kepala BPS Aceh, Drs Wahyudin, MM, mengatakan, pada tahun 2018, Provinsi Aceh dapat dua pembangunan gedung kantor. Pertama, BPS Bireuen yang sebelumnya memang sudah ada gedungnya, namun perlu direvitalisasi dan BPS Pidie Jaya dibangun tahun 2014, namun karena gempa, gedung kantornya tidak layak dipergunakan lagi.

Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bireuen, Dr. Muzakkar A. Gani, SH, M.Si, Ketua DPRK Bireuen, Ridwan Muhammad, SE, M,Si, Kakankemenag Bireuen, unsur Forkopimda, kepala SKPK dan undangan lainnya. (Ihkwati)

BAGIKAN