KABAR BIREUEN – Panitia Pembangunan Masjid Besar Peusangan (MBP), Kecamatan Peusangan, Bireuen terus memacu pekerjaan renovasi total tempat ibadah yang belum pernah dilakukan rehab selama 45 tahun.

Sejak dimulai pembangunan awal tahun 2018 lalu, kemajuan pekerjaan fisik diperkirakan sudah di atas 10 persen, dan telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 6 milyar.

Ketua Panitia Pembangunan MBP, H Mukhlis, AMd atau yang lebih populer H Mukhlis Takabeya, Senin (19/8/2019) meninjau pekerjaan renovasi total masjid kebanggaan masyarakat Peusangan Raya (Kecamatan Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Jangka).

Menurutnya, MBP dilakukan renovasi total, mengingat usia bangunan telah mencapai 45 tahun, dan belum pernah dilakukan pemugaran sejak dibangun. “Idealnya bangunan yang berusia 25-30 tahun harus dilakukan pemugaran. Karena daya tahan kontruksi juga ada masanya,” ungkap jebolan Politeknik Lhokseumawe ini.

Kalau masjid ini rampung, lanjut H Mukhlis Takabeya, dapat menampung 8.000 jamaah salat. Selain itu, di MBP nanti akan menjadi pusat kegiatan keagamaan.

Menurutnya lagi, model MBP sekarang, diadopsi dari masjid-masjid yang ada di Maroko. “Saya sudah melihat masjid-masjid yang ada di Maroko sangat indah. Ketika saya tawarkan model gambarnya kepada BKM (Badan Kemakmuran Masjid MBP) dan tokoh masyarakat disetujui. Makanya kita buat gambarnya seperti itu,” jelasnya.

Mengenai material untuk pembangunan, menurut Ketua Umum KONI Bireuen ini, sampai sekarang tidak ada kendala. Semua kebutuhan material tersedia.

Selanjutnya, imbuh pengusaha sukses yang dipercayakan sebagai Ketua DKA (Dewan Kesenian Aceh) Kabupaten Bireuen, dampak dari renovasi total MBP, SMPN 1 Peusangan akan direlokasi. Karena lahan tersebut milik MBP.

“Pemkab Bireuen bersama masyarakat sedang berupaya mencari lokasi baru untuk pembangunan gedung baru SMPN 1 Peusangan. Dan untuk sementara sebagian siswa lokasi belajar dipindahkan ke SMPN 5 Peusangan di Gampong Raya Dagang. Sekolah itu (SMPN 5 Peusangan) sekarang telah digabung (regrouping) ke sekolah sekitar,” paparnya.

Kemudian Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Besar Peusangan, Tgk Anwar Hasan, menambahkan, pekerjaan renovasi masjid kebanggaan masyarakat Peusangan Raya berjalan lancar.

“Alhamdulillah. Dengan dukungan dan bantuan masyarakat, renovasi total masjid yang kita mulai awal tahun 2018 berjalan lancar. Dan menurut perkiraan saya, realisasi fisik sudah di atas persen,” ungkapnya.

Pada tahun 2019, kata Ketua BKM MBP, Pemerintah Aceh memberikan bantuan sebesar Rp 4,5 milyar, namun bukan dalam bentuk hibah. “Anggarannya untuk pembangunan menara. Dan pekerjaannya dilakukan melalui proses tender. Selain dari Pemerintah Aceh, dari Pemkab Bireuen juga diberikan dana dalam bentuk hibah sebesar Rp 700 juta,” jelas politikus Partai NasDem ini.

Kata Cek Wan, sapaan akrab Ketua BKM Masjid Besar Peusangan — pengecoran lantai satu telah rampung dikerjakan 800 meter persegi. Diperkirakan, awal tahun 2020 sudah dapat dipergunakan untuk salat berjamaah sementara.

“Kalau sebagian lantai satu nanti sudah rampung dan dapat digunakan untuk tempat salat berjamaah, bangunan lama masjid akan dibongkar,” pungkasnya. (Rizanur)

BAGIKAN