KABAR BIREUEN-Ratusan mahasiswa Universitas Almuslim ikuti kuliah umum dan sosialisasi tentang migas, berlangsung di Auditorium Academic Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan kampus Umuslim, Rabu(10/7/2019).

Acara dibuka Bupati Bireuen diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Bireuen Ir.Ibrahim,MSi, menghadirkan sejumlah pemateri seperti Yanin Kholison (SKK Migas Sumbangut), Achar Rasyidi (Badan Pengelola Migas Aceh), Awalus Shadeq (Premier Oil Natuna BV), Fauzan Arief (Exploration Team Leader Pemier Oil), Adelina Novianti (Repsol Company) dan perwakilan perusahaan Mubadala Petroleum.

Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi mengucapkan terima kasih kepada perusahaan minyak dan gas yang telah berkenan hadir berbagai ilmu dan memberi pencerahan tentang berbagai hal tentang minyak dan gas di Aceh kepada mahasiswa umuslim.

“Pencerahan ini sangat penting bagi mahasiswa, karena persoalan minyak dan gas masih sangat kurang informasinya yang sampai kepada masyarakat,” sebutnya

Begitu juga informasi tenaga kerja pada perusahan miyak dan gas, tidak hanya berasal dari jurusan perminyakan saja tetapi juga dibutuhkan dari berbagai disiplin ilmu lain, seperti bahasa inggris,hukum,ekonomi, teknik dan humaniora.

Acara dipandu T.Cut Mahmud Aziz dosen prodi Hubungan Internasional Umuslim berlangsung sukses dan berhasil.merangkum.

Beberapa poin penting antara lain, kegiatan Eksplorasi Migas oleh perusahan Migas membutuhkan waktu lama baru bisa dinikmati hasilnya, itupun kalau lokasi ekplorasi itu mengandung minyak, kalau tidak berarti ekplorasi itu tidak dilanjutkan lagi alias di hentikan.

Setelah perusahaan melakukan survei seismik itu bukan langsung menghasilkan minyak dan gas tetapi dilanjutkan lagi dengan seismik processing interpretation dan beberapa tahapan lagi dengan membutuhkan waktu bertahun-tahun baru bisa menikmati hasil dari proses minyak dan gas tersebut.

Dalam diskusi tersebut juga mencuat tentang kebutuhan tenaga kerja pada perusahaan migas bukan hanya berasal dari lulusan perminyakan saja, tetapi dibutuhkan dari berbagai disiplin ilmu dalam mendukung proses tersebut.

Selain itu pemateri juga mengupas peran Institusi satuan kerja khusus minyak dan gas bumi (SKK Migas) dan Badan Pengelola Migas aceh (BPMA).

Juga penjelasan perkembangan ekspolarasi dan operasional perusahaan minyak dan gas di wilayah Provinsi Aceh oleh beberapa perusahaan yang telah mendapat izin dari pemerintah.

Acara berlangsung satu hari turut dihadiri sejumlah dosen, di akhir acara diserahkan cendera mata berupa plakat dan buku “Bireuen segitiga emas ekonomi Aceh” karya H. Amiruddin Idris kepada pemateri.(Ihkwati)

BAGIKAN