KABAR BIREUEN РWakil Bupati (Wabup) Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH., M.Si, membuka secara resmi kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Mandiri Tahap Kedua bagi Guru di Lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen.

Kegiatan dengan tema “Mengembangkan Kompetensi Secara Berkelanjutan untuk Mewujudkan Guru yang Profesional” ini, berlangsung di Aula Lama Setdakab Bireuen, Rabu pagi (21/11/2018).

Pada kesempatan itu Muzakar A. Gani mengharapkan, agar para guru memiliki kecakapan dan kompetensi dalam memberikan kualitas pendidikan yang terbaik, guna pembentukan karakter generasi penerus yang unggul dan dapat diandalkan, yang mampu memberikan perubahan ke arah yang lebih baik, seperti yang kita cita-citakan.

Wabup Muzakkar juga mengharapkan, agar peserta diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Tahun 2018 dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh konsentrasi.

“Tingkatkan terus potensi diri. Teruslah bersemangat untuk memberikan pengabdian yang terbaik, sehingga sasaran dan tujuan kegiatan ini dapat tercapai sesuai dengan hasil yang diinginkan bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen. Drs. Muhammad Nasir, M.Pd melaporkan, tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru pasca UKG yang pada tahun 2016 bernama Program Guru Pembelajar, pada tahun 2017 bernama Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan pada tahun 2018 ini bernama Program Diklat Guru.

Dikatakannya, tujuan Program Diklat Guru adalah untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik.

Program Diklat Guru dilaksanakan berbasis komunitas guru dan tenaga kependidikan (Komunitas GTK). Pemberdayaan komunitas GTK melalui Pusat Kegiatan Gugus/ Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) serta Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS).

Program Diklat Guru bagi guru kelas, guru mapel umum dan guru BK di semua jenjang pendidikan dilaksanakan dengan menggunakan peta kompetensi guru yang dibagi menjadi 10 kelompok kompetensi.

“Dari 10 kelompok kompetensi dikembangkan kisi-kisi soal UKG,” kata Muhammad Nasir.

Hasil UKG menjadi acuan dalam penilaian diri (self assessment) bagi guru tentang kompetensinya, sehingga dapat menetapkan modul kelompok kompetensi mana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensinya. Di akhir program diklat, guru mengikuti post test. Hasil post test adalah cerminan Kompetensi Guru pada tahun bersangkutan.

“Pada tahun 2018, diharapkan terjadi kenaikan capaian nilai UKG dengan rata-rata Nasional 75,” pinta Muhammad Nasir.

Kegiatan UKG tahap kedua ini dilaksanakan mulai 17 November sampai dengan 8 Desember 2018, diikuti 801 orang peserta, dengan 28 jumlah kelas. Terdiri dari 19 kelas untuk guru kelas SD, 5 kelas untuk guru PJOK SD dan 4 kelas untuk guru PJOK SMP.

“Sementara itu, kegiatan PKG tahap pertama sudah dilaksanakan pada 29 September hingga 6 Oktober 2018, diikuti 523 peserta,” ujar Muhammad Nasir.¬†(Herman Suesilo)

 

BAGIKAN