KABAR BIREUEN-Program Inovasi Desa yang dicanangkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia mulai tahun 2017 telah memberi dampak positif dalam pemanfaatan dana desa sehingga kegiatan yang dilaksanakan di gampong-gampong dalam Wilayah Kabupaten Bireuen Pada tahun 2019 telah lebih kreatif dan inovatif.

Hal ini merupakan wujud dari keberhasilan kita dalam melaksanakan Bursa Inovasi Desa pada akhir 2018 yang lalu di Aula Ampon Syiek Peusangan Universitas AI Muslim.

Hal itu disampaikan Bupati Bireuen H Saifannur S. Sos pada pembukaan Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten Program Inovasi Desa di Aula Hotel Fajar, Kamis (27/6/2019).

Dijelaskan, Program Inovasi Desa bertujuan untuk mendongkrak dan membangkitkan semangat dalam melakukan hal-hal terkait pembangunan desa.

Selain butuh kreativitas seraya menggali potensi sumber daya manusia maupun alam, rasa optimis juga sangat diperlukan supaya semangat itu terus membara setiap waktu. Rasa optimis juga bisa menjadi bahan bakar guna memulai sebuah Inovasi Desa.

Oleh karena itu, selaku Bupati Bireuen, dia sangat mendukung kegiatan rapat koordinasi Tim Inovasi Desa bersama para TP|D Se-Kabupaten Bireuen pada hari ini.

Tahun 2019 ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID). Oleh sebab itu, tahun ketiga ini harusnya lebih baik dan mendatangkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat gampong.

Saifannur menyampaikan, kegiatan ini, jangan hanya menjadi sebuah kegiatan formalitas belaka.

“Kita harus mampu mengevaluasi Program Inovasi Desa pada tahun 2017 dan 2018, apakah sudah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Sehingga hasil evaluasi itu menjadi bahan rujukan bagi Program Inovasi Desa pada tahun ini,” harapnya.

Para pelaku teknis disemua tingkatan, sebutnya lagi,  dapat melakukan langkah-Iangkah sinergisitas sehingga pada waktu pelaksanaan Bursa inovasi Desa tahun 2019 akan lebih banyak program kegiatan yang telah berhasil di satu gampong dan dapat di aplikasikan di gampong yang lain.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana, Bob Mizwar, SSTP, M.Si melaporkan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari (27-28/6/2019) diikuti 123 peserta terdiri dari unsur Camat dalam wilayah Kabupaten Bireuen, Anggota Tim Inovasi Kabupaten (TIK) dan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten Program Inovasi Desa.

Kegiatan bertujuan memberikan pemahaman kepada Pelaku Program Inovasi Desa baik TIK dan TPID untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa.

Dengan memberikan banyak referensi dan inovasi pembangunan desa dalam rangka mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi perdesaan, serta membangun kapasitas desa yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan social ekonomi masyarakat dan kemandirian desa.

“Dengan harapan terserapnya informasi terkait dengan pelaksanaan PID oleh TIK dan TPID dan pihak yang terlibat lainnya,” katanya.

Acara ini dihadiri, Asisten Administasi Umum, Kepala Dinas, Badan, Kantor, Kabag dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Kepala Instansi Vertikal.

Kepala Lembaga Keistimewaan Aceh, Konsultan Pendamping Wilaya P3MD-PID Aceh, Tenaga Pendamping P3MD Se-Kabupaten Bireuen. Anggota Tim Inovasi Kabupaten. Anggota TPID Kecamatan Se-Kabupaten Bireuen dan undangan lainnya. (Herman Suesilo)

BAGIKAN