KABAR BIREUEN– Ketua merangkap Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Peudada, Zulkifli SE diberhentikan karena terbukti melakukan Pungutan liar (Pungli) melalui sidang kode etik yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI yang digelar, Rabu (30/1/2019) di Jakarta

Pemecatan Zulkifli tersebut karena telah terbukti secara meyakinkan, melakukan pungli honor Petugas Pengawas Gampong (PPG) pada puluhan desa di Kecamatan Peudada.

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Bireuen, Wildan Zacky, yang mengikuti proses sidang etik itu, kepada wartawan, Kamis (31/1/2019) menyebutkan, keputusan itu ditetapkan melalui sidang etik DKPP, dipimpin ketua majelis Dr Harjono SH MCL, serta anggota yang terdiri dari Prof Dr Muhammad SIP M.Si, Prof Dr Teguh Prasetyo SH MSn, Fntz Edward Suezar SH LLM PHD, Dr Ida Budhlati SH.m MH serta Dr H Alfitra Salam APU.

“DKPP telah menjatuhkan sanksi terhadap Ketua Panwascam Peudada atas tindakan pelanggaran tersebut Rabu kemarin,” katanya.

Dikatakannya, berdasarkan amar putusan perkara Nomor 292 DKPP PKB VIL 2018, Bawaslu Bireuen diperintahkan untuk segera melaksanakan putusan itu, paling lama tujuh hari sejak dibacakan majelis.

“Dari fakta-fakta pada sidang pemeriksaan, DKPP berpendapat, tindakan teradu Zulkifli yang mengutip uang kepada pengawas pemilu kelurahan/desa, tidak dapat dibenarkan menurut hukum maupun etika,” jelasnya.

Wildan menjelaskan, dari sidang kode etik tersebut, DKPP menyimpulkan, teradu terbukti telah melanggar kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu. Untuk menindaklanjuti putusan ini, kami segera melantik Pengganti Antar Waktu (PAW) Panwascam Peudada, sesuai ketentuan.

“Selanjutnya kita akan melapor ke DKPP dan Bawaslu secara tertulis terkait putusan tersebut,” ujarnya.

Diungkapkan Wildan, Zulkifli sendiri saat pembacaan putusan DKPP tersebut , tidak menghadiri proses persidangan, padahal dia sudah mendapat surat panggilan pada 25 Januari 2019.

Terungkapnya kasus tersebut setelah Ketua Bawaslu Bireuen, Abdul Majid, Desi Safnita dan Wildan Zacky, mengadukan Zulkifli selaku ketua, merangkap anggota Panwascam Peudada ke DKPP karena dugaan pengutipan uang ke sejumlah anggota Pemilu Kelurahan/ Desa di Kecamatan Peudada,

“Jumlah uang yang dikutip berkisar Rp400- Rp600 ribu per-orang,” pungkasnya. (Ihkwati).

BAGIKAN