KABAR BIREUEN– Sidang kasus yang menjerat M.Rezaatau Epong Reza, wartawan Media realitas yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, Senin (25/3/2019) beragendakan mendengarkan putusan sela dari majelis hakim.

Majelis hakim yang diketuai oleh Zufida Hanum SH MH, serta dua hakim anggota yakni Muchtar SH dan Mukhtaruddin SH membacakan putusan sela terhadap perkara UU ITE yang menjerat Epong Reza.

Hakim berpendapat jika Jaksa Penuntut Umum (JPU)  telah menguraikan secara cermat dan jelas mengenai identitas, tempat, waktu dan tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa dalam surat dakwaan.

Sedangkan keberatan terdakwa dianggap oleh hakim telah memasuki pokok perkara. Oleh karena itu, hal itu harus diperiksa dalam proses persidangan.

“Mengadili, satu menyatakan keberatan dari penasehat hukum terdakwa tidak dapat diterima. Dua, memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan pokok perkara atas nama M. Reza, tiga menanggungkan biaya perkara sampai putusan akhir,” sebut Zufida Hanum.

Selain juga, terdakwa dianggap tidak memiliki hak, mentransmisikan informasi tersebut. Sehingga hakim berkesimpulan untuk melanjutkan perkara tersebut.

Dalam pertimbangannya, Majelis hakim sama sekali tak mempertimbangkan, status terdakwa Epong Reza sebagai jurnalis yang dilindungi UU Nomor 40/1999 tentang Pers.

Terkait putusan sela yang menolak eksepsi penasehat hukum dan melanjutkan pokok perkara tersebut, kuasa hukum Epong Reza, Muhammad  Ari Syahputra SH usai persidangan kepada wartawan menyebutkan,  pihaknya siap menghadapi sidang selanjutnya, dengan agenda pembuktian saksi.

Menurut Ari,  perkara yang sedang dihadapi Epong Reza merupakan bentuk kriminalisasi pers di Aceh, dan pihak penegak hukum tidak melihat kaitan, hak dan kewajiban wartawan yang ditinjau dari UU Pers.

“Jika korban H Mukhlis A.Md merasa dirugikan atas pemberitaan tersebut, yang ditulis oleh M Reza alias Epong Reza, pada Media Realitas.Com berjudul “Merasa Kebal Hukum, Adik Bupati Bireuen Terus Gunakan Minyak Subsidi”, maka bisa menempuh jalur hak jawab,” jelasnya.

Sidang kasus yang menjerat wartawan online tersebut dilanjutkan Senin  (1/4/ 2019) dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan JPU. (Ihkwati)

 

BAGIKAN