KABAR BIREUEN-Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen yang seharusnya sudah terbentuk dan diumumkan hari ini, Selasa (10/9/2019) ternyata belum menghasilkan kesepakatan.

Hal itu dikarenakan adanya tarik ulur terkait  putusan final bergabungnya satu kursi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke Fraksi Juang Bersama atau ke Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA).

Rapat yang dipimpin Ketua sementera Rusyidi Mukhtar S.Sos didampingi Wakil Ketua sementara, Fajri Fauzan itu belum berhasil membentuk dan mengumumkan farksi-fraksi di DPRK Bireuen.

Informasi yang diperoleh Kabar Bireuen, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Bireuen  semula sudah  ada surat kesepakatan Pembentukan Fraksi Juang Bersama (Partai Demokrat, Partai Dearah Aceh (PDA), Partai Gerindra dan PKB) tertanggal 27 Agustus  2019.

Lalu dikuatkan surat tertanggal 4 September 2019 dasar Surat kepada Pimpinan DPRK Bireuen, perihal Pembentukan Fraksi Gabungan DPRK Bireuen untuk masa jabatan Tahun 2019-2024 yang diberi nama “Fraksi Juang Bersama”.

Namun, kemudian berdasarkan Rapat pengurus DPC dan PAC  PKB Kabupaten Bireuen, 6 September 2019 dan merujuk instruksi DPW PKB Provinsi Aceh, maka DPC PKB Bireuen memutuskan membatalkan dan mengundurkan diri dari Rencana Pembentukan Fraksi Gabungan “Juang bersama” tersebut.

Surat tersebut ditandatangani Ketua DPC PKB Bireuen Zulkifli Nurdin AR dan Sekretaris Mukhtar M Taib.

Namun, kabarnya, ada surat dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Aceh tertanggal 9 September 2019 yang justru menyetujui kesepakatan pembentukan Fraksi Partai Demokrat-PDA-Gerindra sesuai kesepakatan yang dilaksanakan pada 27 Agustus 2019 yang dihadiri semua Ketua Partai politik tingkat kabupaten yang tergabung dalam fraksi tersebut.

Selanjutnya, DPW PKB Provinsi Aceh tidak pernah meminta DPC PKB Bireuen untuk mundur dari kesepakatan tersebut.

Surat DPW PKB itu ditandatangani Ketuanya H Irmawan S.Sos MM dan Sekretaris, Amrizal S.HI.

Akibat ada dua surat itulah, pembentukan dan pengumuman fraksi DPRK Bireuen hari ini tak mencapai kesepakatan atau putusan.

Anggota DPRK Bireuen dari PKB, Usman yang dikonfirmasi Kabar Bireuen, menyebutkan dirinya ke fraksi manapun boleh bergabung, tapi semua itu tergantung putusan pimpinannya.

Pun begitu, terkait tarik ulur pembentukan fraksi tersebut, Usman berharap agar hal  ini cepat selesai, jangan berlarut-larut.

“Besok rencananya pihak DPC PKB Bireuen akan berkoordinasi dengan DPW PKB terkait kesepakatan bergabung dengan fraksi apa,”  sebutnya.

Sebelumnya Ketua sementara sudah mengirim surat ke masing-masing pimpinan partai yang ada wakilnya di DPRK guna menyusun serta mengusulkan tentang pembentukan fraksi.

Sesuai aturannya, DPRK Bireuen ada empat fraksi, sementara dua fraksi sudah ada yakni fraksi Partai Aceh (PA) dan Fraksi Partai Golkar. Sementara dua fraksi lain akan diisi secara gabungan dari sejumlah partai, dan akan dibentuk dua fraksi lagi. (Ihkwati)

 

BAGIKAN