KABAR BIREUEN- Satreskrim Polres Bireuen menangkap tujuh pelaku penjambretan berstatus masih di bawah umur yang selama ini meresahkan masyarakat Kabupaten Bireuen.

Berdasarkan Laporan Polisi LP/07/RES1.8/2019/Polsek Gandapura, tanggal 18 Mei 2019, ketujuh pelaku pencurian dengan kekerasan (jambret) ditangkap pada Senin (12/8/2019) dini hari  sekira pukul 01.00 WIB, dipimpin langsung Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH dan Anggota Opsnal Reskrim Polres Bireuen.

Hal itu diungkapkan Wakapolres Bireuen Kompol Jatmiko SH, didampingi Kasat Reskrim Polres Bireuen Iptu Eko Rendi Oktama SH dan Kasubbag Humas, Ipda M.Nasir  dalam press release di Gazebo Mapolres setempat, Senin sore (12/8/2019).

Dirincikan Jatmiko, ketujuh anak yang berhadapan dengan hukum itu masing-masing berinisial MS (17), pelaku utama, pelajar asal Kecamatan Jangka, Z Bin L (17), pelajar,  Kecamatan Jangka, J Bin B (16) pelajar,  Kecamatan Peusangan.

Lalu F Bin K (17) wiraswasta,  Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, M (17) pelajar, Kecamatan Jangka,  R (17), pelajar, Kecamatan Kutablang, F (17), pelajar,  Kecamatan Jangka, Bireuen.

Selain menangkap tujuh pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa tiga buah handphone  jenis Vivo, Redmi dan Oppo serta dua unit sepeda motor jenis motor Beat warna merah BL 4651 ZAR dan vario Putih BL 5197 ZAH.

Pelaku, sebut Jatmiko, merampas uang korban di dalam dompet dan HP, uang yang berhasil dijambert ada yang Rp 150 ribu, ada yang Rp 3 juta. Uang itu sudah habis dibagikan dan dipakai.

“Modus operandi yang dilakukan pelaku dengan mengikuti/membuntuti calon korban  wanita yang mengendarai sepeda motor yang membawa HP dan dompet, diletakkan di bagasi depan sepmor. Lalu tersangka merampas barang milik korban sambil menendang motor korban supaya tidak ada kesempatan untuk dikejar oleh korban,” jelasnya.

Menurut pengakuan pelaku, mereka melakukan aksinya sudah lima bulan lebih.

Disebutkan Jatmiko, ada sembilan Tempat Kejadian Perkara (TKP) penjambretan tersebut, yaitu di jalan Medan-Banda Aceh dibawah terowongan Kecamatan Kutablang (LP/07/RES1.8/2019/Polsek Gandapura, tanggal 18 Mei 2019).

Selanjutnya, di Jalan Elak Desa Geudong-Geudong, kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen (masih didalami), lau di Jalan depan Cafee 88 Desa Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang (masih didalami).

Lalu TKP lainnya di Lorong kecil di dekat SPBU Reuleut, Kecamatan Kota Juang (masih didalami), Jalan Desa Geudong-Geudong, Kecamatan Kota Juang, Jalan Desa Pulo Kiton, Kecamatan Kota Juang (masih didalami), Jalan Elak di belakang Kantor Bupati Bireuen (masih didalami), Jalan Kuala Raja, Kecamatan Kuala dan TKP kesembilan juga di Jalan Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Bireuen.

Atas perbuatannya, sebut Jatmiko, pelaku dijerat Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman diatas 7 tahun penjara.

Sejauh ini, motif pelaku yang merupakan satu kelompok atau komplotan itu, mereka melakukan penjambretan karena motif ekonomi.

Salah seorang pelaku kepada wartawan menyebutkan, hasil jambret berupa uang dan handphone. Kalau uang dibagikan sama rata dengan sesama anggota kelompoknya.

“Uang tersebut dipakai untuk membeli baju dan celana, orang tua tak punya pekerjaan,” ungkap pelaku yang diduga sebagai ketua kelompok tersebut. (Ihkwati)

BAGIKAN