KABAR BIREUEN– Tim Opsnal Polres Bireuen menangkap empat orang yang diduga melakukan intimidasi kepada warga terkait Pilpres dan Pileg 2019.

Salah satu pelaku yang dimanakan Rabu (27/2/2019) sekira pukul 23.00 WIB di Bale Seutuy, Kecamatan peusangan adalah E Alias Koboy (56) warga Gampong Pante Ara Kecamatan, Peusangan Kabupaten Bireuen.

Tiga pelaku lainnya adalah HBJ (45) warga Gampong Cot Panjoe, Kecamatan Peusangan, ZE (44), warga Gampong Lingka, Kecamatan Gandapura dan AZ (27) warga Gampong Abeuk Jaleuh, Kecamatan Peusangan.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK melalui Kasat Reskrim Polres Bireuen Iptu Eko Rendi Oktama SH, Kamis (28/2/2019) kepada wartawan menyebutkan, sebelumnya, pihaknya mendapatkan laporan masyarakat terkait beberapa orang yang melakukan intimidasi pada Rabu (27/2/2 2019) sekira pukul 21.30 WIB.

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Bireuen, dipimpin langsung  Kasat Reskrim Polres Bireuen Iptu Eko Rendi Oktama, mencari identitas mobil dan pelaku yang diduga melakukan intimidasi tersebut.

“Selanjutnya, sekira pukul 22.30 WIB ketika tim sedang melintasi Jalan Desa Bale Seutuy, polisi bertemu dengan empat laki-laki yang diduga ciri-cirinya seperti yang dilaporkan oleh masyarakat sering melakukan intimidasi.Lalu kita lakukan pemeriksaan badan dan penggeledahan terhadap mobil yang digunakan empat laki-laki tersebut,” ungkap Rendi.

Hasil penggeledahan oleh polisi menemukan sebilah parang di dalam mobil yang diletakkan di dekat Hand Brike (Rem Tangan).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui pemilik parang tersebut milik E Alias Koboy dan diduga sering melakukan intimidasi, sehingga terhadap pelaku tersebut di lakukan upaya paksa berupa penangkapan,” sebut Eko.

Polisi mengamankan parang tersebut dan membawa empat laki-laki tersebut ke Mapolres Bireuen untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada kesempatan itu, Kapolres Bireuen mengimbau kepada masyarakat yang pernah menjadi korban intimidasi oleh kelompok ini, agar segera melapor ke Polres supaya ke depan tidak ada lagi intimidasi di wilayah Bireuen.

Jika tidak, maka Kapolres beserta jajaranya akan menindak tegas intimidasi dalam bentuk apapun. (Ihkwati)

 

BAGIKAN