KABAR BIREUEN- Penyidik Sat Reskrim Polres Bireuen menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti  tahap II perkara dugaan Tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam penyaluran honorarium Petugas siaga bencana  Gampong pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen, Kamis (7/2/2019) sekira pukul 14.00 WIB di Kejaksaan Negeri (Kejari)Bireuen.

Penyerahan tersangka dan barang bukti tersebut diterima Saifuddin ,SH , Kasi Pidsus Kejari Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK,  melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada wartawan, Kamis (7/2/2019) menyebutkan, perkara dugaan Tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam penyaluran honorarium Petugas siaga bencana gampong pada BPBD Bireuen jumlah anggaran sebesar Rp.730.800.000, yang bersumber dari APBK Bireuen Tahun Anggaran 2013.

“Sesuai dengan  hasil audit dari BPKP Perwakilan Aceh  telah terjadi kerugian Keuangan Negara sebesar Rp.724 juta. Karena sebagian dana dimaksud tidak disalurkan kepada petugas siaga bencana gampong sebanyak 1.218 orang,” ungkapnya.

Hal ini sesuai dengan Laporan Polisi nomor : LP / A / 42 / IX / 2016 / ACEH / Res Bireuen, tanggal 09 September 2016, dengan tersangka Asmara Hadi, ST,MT  selaku Pengguna Anggaran, Berkas Perkara nomor: BP / 49 / XII /2018/Sat Reskrim.

Selanjutnya, Nomor P21 : B-356 / N.1.19/ Fd.1/01/2019, tanggal 14 Januari 2019, dengan tersangka  Muzapharsyah,ST, selaku PPTK, Berkas Perkara nomor: BP / 50 / XII / 2018 / Sat Reskrim.

Dan Nomor P21: B-354 / N.1.19 / Fd.1/01/2019, tanggal 14 Januari 2019, tersangka Herizal selaku Bendahara Pengeluaran, Berkas Perkara nomor : BP / 51 / XII / 2018 / Sat Reskrim. Nomor P21 : B-355 / N.1.19/ Fd.1/01/2019. Tanggal 14 Januari 2019.

sebagaimana diketahui, kasus yang berawal pada tahun 2013 itu, tiga pejabat BPBD tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam penyaluran dana honorarium petugas siaga bencana gampong dengan jumlah anggaran sebesar Rp 730.800.000.

Kepala BPBD Bireuen saat itu,  Asmara Hadi memerintahkan stafnya untuk memalsukan tanda tangan petugas siaga bencana gampong sebanyak 1.218 orang pada daftar nominatif penerima honorarium.

Trsangka Asmara Hadi bersama tersangka Muzapharsyah dan tersangka Herizal juga menggunakan daftar nominatif dimaksud sebagai salah satu kelengkapan pengajuan pencairan dana.

Setelah dana tersebut dicairkan, tersangka hanya menyalurkan dana itu Rp 6.800.000 kepada 34 orang petugas siaga bencana gampong. (Ihkwati)

 

BAGIKAN