KABAR BIREUEN – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Prof. Dr. Apridar, SE., M.Si, memandang, perlunya sertifikasi penyelenggara pemerintahan desa dan kawasan perdesaan. Kompetensi tersebut meliputi, keahlian kepala desa, sekretaris desa, perangkat desa dan tenaga pendukung desa.

Hal itu disampaikan Apridar dalam orasi ilmiahnya pada rapat senat terbuka dalam rangka wisuda Sarjana dan Ahli Madya lulusan Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen Angkatan XXXI Tahun 2018 di Aula Auditorium Center (AAC) Ampon Chiek Peusangan, Sabtu (1/12/2018).

Sedangkan subkeahlian pembangunan desa dan kawasan perdesaan, katanya, meliputi pengelola Produk Unggulan Kawasn Perdesaan (Prukades), serta pengurus lembaga kemasyarakatan.

Menurut Apridar, sertifikasi pemberdaya masyarakat desa meliputi, pendamping masyarakat, desa dan kawasan, penggerak swadaya masyarakat, kader posyandu dan pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Sementara untuk kompetensi pembangunan daerah tertinggal meliputi, pendamping daerah tertinggal dan tim pengelola kegiatan daerah tertinggal.

“Kebijakan di atas, sekilas terkesan bagus. Tidak dipungkiri, penyiapan kompetensi manusia harus dilakukan bersama. Namun, idealnya kompetensi itu dalam konteks sementara,” jelas Apridar.

Dia menyarankan, agar kompetensi aparatur desa dibenahi lewat tatacara dan syarat menjadi aparatur desa. Lulusan perguruan tinggi dan kompetensi tadi, bisa dimasukkan dalam sistem pendidikan tinggi.

‘Sehingga, kita menyiapkan jangka panjang dan berkelanjutan. Dari sisi ini, akan terjadi efesiansi anggaran negara,” begitu antara lain dikemukakan Apridar dalam orasi ilmiahnya itu yang berjudul “Desa Era Revolusi Industri 4.0, Peluang dan Tantangan”.

Sementara untuk orasi ilmiah wisuda hari kedua besok, Minggu (2/12/2018) akan disampaikan oleh Dekan FKIP Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. Djufri, M.Si.  (Suryadi)

BAGIKAN