KABAR BIREUEN – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-73 tahun 2018 di SMPN 1 Bireuen, Senin (26/11/2018), berlangsung haru dan khidmat.

Turut hadir dalam peringatan Hari Guru, Kepala Dinas Dikpora Bireuen Drs. M Nasir M.Pd, Ketua Komite Sekolah Drs H Ridwan Khalid, unsur Muspika Kota Juang, Ketua bersama pengurus PGRI Bireuen Drs Zainuddin, M.Pd, Keuchik Gampong Baro, H Yuswar, para Kepala SMP, seluruh guru dan siswa SMPN 1 Bireuen.

Untuk menghargai jasa guru dalam mencerdaskan anak bangsa, Kadis Dikpora Bireuen Drs M Nasir, M.Pd didampingi Kepala SMPN 1 Bireuen Ibrahim Harun dan unsur Muspika Kecamatan Kota Juang ditandai dengan acara potong kue sekaligus menyuapkan kue kepada Wakil Kepala SMPN 1 Bireuen, Mansur Budiman dan dua ibu guru masing-masing Surtini dan Khamsiah.

Kadisdikpora Drs M Nasir, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, memperingati hari guru, untuk menghargai jasa guru yang sangat berjasa dalam mencerdaskan anak bangsa.

Berbagai suka duka yang dialami oleh pahlawan tanpa tanda jasa sebelum rakyat Indionesia meraih kemerdekaan hampir seluruh guru dalam berada di tanah air tidak hanya mengajar, mendidik dan membina peserta didik menjadi penerus bangsa yang andal.

“Disaat yang sama mereka turut berjuang melawan penjajah Belanda dan Jepang. Di satu sisi guru memikirkan muridnya dan di sisi lainnya, apakah guru sudah melaksanakan tugas secara profesional? Guru harus ada tanggung jawab kepada anak didik dalam menuju abad ke-21 dan menyelamatkan teknologi yang begitu pesat, perlu kita bingkai agar tidak disalahgunakan,” sebutnya.

Pada kesempatan itu M Nasir M Pd memberikan apresiasi kepada para guru SMPN 1 Bireuen di bawah pimpinan Ibrahim Harun, telah berhasil meriah prestasi gemilang dalam lomba Marching Band tingkat Provinsi Aceh.

“Dulu Bireuen sudah cukup dikenal sebagai Kota Pendidikan, banyak lulusan Normal Islam Bireuen menjadi pejabat penting dalam pemerintahan dan di bidang pendidikan. Karena itu, para guru berkewajiban melestarikan Bireuen untuk terus menjadi Kota Pendidikan,” harap M Nasir.

Sebuah puisi dibacakan Miswani, S.Pd, berbunyi, “Di gedung tua peninggalan Belanda sumpah siswi diucapkan, SMPN 1 Bireuen menyala dalam binaan Bapak Ibrahim Harun”. (H. AR Djuli)

 

BAGIKAN