Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh, A Yuspahruddin Bs.AP,SH,MH didampingi Kadiv Hukum dan HAM Sasmita,SH, MH meresmikan secara simbolis Klinik Layanan Hukum Kabupaten/Kota se-Aceh dipusatkan di Cabang Rutan Bireuen

KABAR BIREUEN – Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh, A Yuspahruddin, BH Bc.IP SH, MH, didampingi Kadiv Hukum dan HAM Sasmita, SH, MH meresmikan secara simbolis Klinik Layanan Hukum Kabupaten/Kota se-Aceh dipusatkan di Cabang Rutan Bireuen, Rabu (31/1/2018)

Peresmian Klinik Layanan Hukum secara simbolis di Cabang Rutan Bireuen ditandai dengan pengguntingan pita dan pembukaan selubung nama Kilnik Layanan Hukum dilaksanakan Kakanwil Kemenkumham Aceh A. Yuspahruddin, BH Bc.IP SH, MH, didampingi Kadiv Hukum dan HAM, Sasmita, SH, MH.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Kepala Cabang Rutan Bireuen Sofyan, SH, bersama seluruh staf, M Ali Ahmad, SH satu-satunya Lembaga Bantuan Hukum di Bireuen yang sudah terakreditasi di Kanwil Kemenkumham Aceh dan sejunmlah pengacara laiinya.

Kakanwil Kemenkumham Aceh A Yuspahruddin, Bc.AP, SH, MH didampingi Kadiv Hukum dan HAM Sasmita,SH, MH menjawab pertanyaan Kabar Bireuen usai meresmikan Klinik Layanan Hukum membenarkan peresmian Klinik Layanan Hukum di Lembaga Pemasyaratan (LP), Cabang Rutan Kabupaten/Kota se-Aceh diousatkan secara simbolis di Cabang Rutan Bireuen.

Menurut Kadiv Hukum dan HAM Sasmita, SH, MH untuk pertama kalinya tahun 2018 Kanwil Kemenkumham Aceh meresmikan Klinik Layanan Hukum di setiap LP dan Cabang Rutan.

“Klinik layanan Hukum ini untuk membantu Layanan bantuan hukum bagi masyarakat miskin di Kabupaten/Kota se-Aceh secara gratis, yang membutuhkan layanan bantuan hukum dan semua biaya ditanggung negara,” sebut Sasmita.

M. Ali Ahmad, SH salah satu Lembaga Bantuan Hukum di Bireuen yang sudah terakreditasi di Kemenkumham Aceh mengatakan, pemusatan peresmian Klinik Layanan Hukum se-Aceh di Cabang Rutan Bireuen karena Cabang Rutan Bireuen selama ini dinilai sebagai Rutan terbaik di Aceh.

Dikatakannya, kondisi Cabang Rutan Bireuen yang kelihatan rapi, bersih dan nyaman sudah berhasil menempatkan fungsinya sebagai rumah pembinaan dan tidak terkesan lagi sebagai rumah tahanan.

Kendati napi dan tahanan penghuni Rutan Bireuen sudah over kapasitas mencapai 334 orang, terdiri dari 258 napi dan 76 tahanan, namun Kepala Cabang Rutan Bireuen Sofyan, SH bersama stafnya dengan penuh keikhlasan mengemban tugas pembinaan para penghuni Rutan untuk kembali ke jalan yang benar.

“Diharapkan, Cabang Rutan Bireuen sudah layak ditingkatkan statusnya menjadi LP,” kata Ali Ahmad. (Abu Iskandar)

BAGIKAN