KABAR BIREUEN-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh  menggelar Pentas Seni Kabupaten Bireuen di Indoor Taman Budaya dan Seni Provinsi Aceh, Minggu (25/11/2018) maam

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs. Amiruddin, M. SE, yang membuka Pekan Seni dan Tari tersebut menyarankan agar Bireuen segera membentuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Karena jika tidak ada, maka untuk menguncurkan dana pembangunan bidang Pariwisata dan kebudayaan di Bireuen akan kesulitan untuk dilaksanakan,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Amiruddin mengapresiasi saran supaya Bireuen dapat membangun gedung juang, selain dapat difungsikan sebagai gedung kesenian juga untuk hal lain yang sangat bermanfaat.

Amiruddin juga menyebutkan, perlunya pengembangan situs sejarah untuk kepentingan pengembangan objek Pariwisata Bireuen.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh  bersama Pemkab Bireuen  berencana  memugar dan membuat pagar  makam Habib Bugak, sebagai wisata sejarah, serta situs makam Teungku Awe Geutah serta makam Tun Sri Lanang.

“Namun program itu bisa terkendala jika semuanya itu tanpa dukungan dan perhatian serta kinerja Pemkab Bireuen terhadap pengembangan situs sejarah tersebut,” katanya.

Terkait pelaksanaan Internasional Rapai Festival direncanakan pada 2019 yang akan dipusatkan di Bireuen, Pemkba Bireuen juga perlu mepersiapkan segala hal, termasuk perhotelan,  home stay masyarakat.

“Nanti nya akan dimusyawarahkan dengan Kementerian Pariwisata.Dalam membangun kebudayaan dan Pariwisata, perlu  berkerjasama dan dukungan di daerah,” ungkapnya.

Wakil Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A.Gani SH.,M.Si  mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dalam rangka promosi  seni dan budaya Bireuen.

Sebab, katanya, dengan promosi ini  pada akhirnya dapat mengundang kehadiran wisatawan ke Bireuen.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen, H Mukhlis A.Md  dalam sambutanya menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam satu tahun ini seperti pentas seni ke Kairo Mesir, seminar budaya, rencana penyelenggaraa Rapai Internasional tahun 2019 dan Pagelaran Seni Budaya Bireuen di Taman Mini Iindonesia Indah (TMII) Jakarta.

Dia menyebutkan, pementasan kesenian Kabupaten Bireuen bertujuan untuk memperkenalkan seni dan budaya Bireuen, mengasah kesenian bagi generasi  Bireuen untuk tetap terpelihara.

Beragam kesenian ditampilkan yang difasilitasi oleh DKA Bireuen antara lain Peumulia jamee, Seudati, Cagok, Rabbani Wahed, Silat Meulingkar, Taktok Trieng Hijo dan lain.

Turut Hadir D Kemalawati, Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh, anggota DPRK Bireuen, Ismail Adam, Camat Gandapura,Ibrahim dan Camat Peusangan Siblah Krueng, Armadi.(Ihkwati)

BAGIKAN