KABAR BIREUEN – Pengemis jalanan semakin menjamur di Bireuen. Mereka sering mangkal dan meminta-minta di perempatan Traffic Light (lampu pengatur lalu lintas) kawasan bundaran Simpang Empat Kota Bireuen

Meski Dinas Sosial Bireuen telah berulangkali melakukan razia, bahkan para gepeng yang terjaring dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing, namun itu tak membuat mereka jera.

Pengguna jalan mengaku kerap terganggu dengan kehadiran pengemis tersebut. Kusumayadi (43), seorang warga Bandar Bireuen kepada Kabar Bireuen, mengatakan, oara pengemis itu beroperasi di sejumlah titik di kota Bireuen, mulai dari anak-anak hingga dewasa, yang berkondisi tubuh normal dan juga penyandang disabilitas.

Berbagai modus mereka lakukan untuk mengemis, menadahkan tangannya untuk meminta uang kepada pengendara roda dua dan empa sedang berhenti, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhannya.

Untuk itu, dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen, untuk terus meningkatkan penertiban terhadap gepeng dan anak jalanan yang sudah semakin marak beroperasi di beberapa titik dalam kawasan kota Bireuen, terutama di perempatan lampu merah Simpang Empat.

Hal senada juga dikatakan Agustina Ibrahim (37), warga Kecamatan Peusangan. Dia menyebutkan, kondisi ini selain mengganggu keindahan kota, juga sangat mengganggu masyarakat khususnya pengguna jalan.

Menurut Agustina, selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan juga bisa membahayakan keselamatan mereka sendiri ataupun orang lain.

Amatan Kabar Bireuen di lokasi, Minggu (7/4/2019), ada beberapa pengemis yang terkena razia beberapa waktu lalu telah dikembalikan ke daerah asalnya.

Namun, mereka kembali lagi dan melakukan kegiatan serupa, meminta-minta kepada pengguna jalan yang tengah berhenti di perempatan Traffic Light Simpang Empat Kota Bireuen. (Herman Suesilo)

BAGIKAN