KABAR BIREUEN-Pengajian Tasawuf Tauhid dan Fiqih (TASTAFI) Bulanan Kecamatan Pandrah edisi Bulan November 2018 kembali digelar Kamis malam (1/11/2018) di Masjid Besar Baitul Kiram Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen.

Pengajian Tastafi ini merupakan pengajian rutin masyarakat Pandrah setiap Jumat malam awal bulan yang diasuh oleh ulama Kharismatik Aceh Tgk. H. M. Yusuf A Wahab yang biasa disapa Tu Sop Jeunieb.

Pengajian ini dikuti oleh seribuan jama’ah yang tergabung dalam Majelis Taklim Sirul Muhtadin dengan kajian kitab Minhajul ‘Abidin Karya Hujjatul Islam Imam Al Ghazali.

Dihadapan seribuan jama’ah, Tu Sop malam ini kembali melanjutkan Pengajian Bab Sabar. Dia menyebutkan, makna sabar jangan galau dan gelisah dalam menghadapi sesuatu permasalahan yang terjadi, menurut imam Al-Ghazali Sabar adalah menerima dan menahan beban dalam hati.

Tu Sop menjelaskan Imam Al-Ghazali mengatakan kesabaran itu sangat ditentukan oleh pola pikir manusia itu sendiri.

“Salah satu solusi suksesnya kesabaran seseorang itu adalah Ingat waktunya artinya mengingat waktu-waktu Sulit yang bakal menimpa, maka orang yang beriman selalu siap akan takdir yang terjadi,” jelas Pimpinan Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb itu.

Diakhir tausiahnya Tu Sop menyatakan sabar itu tidak ada batasnya, batas kesabaran berakhir ketika beban dan permasalah yang menimpa kita itu berakhir maka di situlah batasnya.

Lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan Zikir Akbar  Majelis Zikir Yadara yang dipandu oleh Syech Samsul Bahri.

Pengajian Tastafi rutin ini disiarkan langsung oleh Radio Yadara FM Jeunieb 92.8 MHz dan Radio Mutiara FM Beureuneun 104.8 MHz. (Al Fadhal/Humas IPSA Bireuen)

BAGIKAN