KABAR BIREUEN – Sebanyak 20 Pendamping Lokal Desa (PLD) dari Kecamatan Peusangan dan Kuala, mengikuti tes urine yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bireuen di salah satu caffee di Jalan Bireuen – Takengon, Selasa (17/4/2018).

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari program Desa Anti Narkoba. BNNK Bireuen mengajak petugas Pendamping Desa (PD & PLD), menjadi relawan anti narkoba di wilayah kerja masing-masing.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Bireuen, Wardiah, A.Md. Keb, kepada Kabar Bireuen menyebutkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Desa Anti Narkoba yang telah diusung sejak 2017 silam.

“Sebelumnya, juga para PD/PLD sudah kita asistensi program ini. Karenanya, sebagai bentuk keseriusan bersama, maka kami menggandeng rekan rekan PD/PLD untuk menjadi relawan anti narkoba,” katanya.

Secara terpisah Kepala BNNK Bireuen, Saiful Fadhli, S.STP., M.Si, mengatakan, program desa anti narkoba merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam P4GN.

Bersama Pemerintah Kabupaten Bireuen, kata dia, BNNK Bireuen sudah komit melalui peraturan bupati, partisipasi masyarakat harus didorong dalam pencegahan narkoba di gampong-gampong.

“Di samping itu, kami berharap para relawan anti narkoba ini ke depan, dapat mendorong para Keuchik agar membentuk Satgas Anti Narkoba di gampong dan melaksanakan aktivitas P4GN,” sebut Saiful Fadhli.

Dalam kegiatan yang bertajuk Optimalisasi Program Desa Anti Narkoba tersebut, turut menghadirkan tenaga ahli LP3MD sebagai narasumber yang membahas Peraturan Bupati Bireuen Nomor 06 Tahun 2018. Di dalamnya tercantum tatacara penggunaan Dana Desa untuk pencegahan narkoba.  (Najib Zakaria)

BAGIKAN