KABAR BIREUEN– Pasca banjir luapan yang terjadi pada Kamis (13/12/2018) lalu, banyak sarana dan prasarana, baik fasilitas umum, infrastruktur, rumah warga dan lainnya  mengalami kerusakan dan harus segera mendapatkan perbaikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen telah melakukan pendataan lokasi dan jumlah sarana dan prasarana yang rusak tersebut.

“Kita telah melakukan pendataan berapa banyak keruskan yang timbul akibat banjir yang melanda lima kecamatan di Bireuen beberapa hari lalu. Infrastruktur berupa jalan, jembatan dan tanggul irigasi yang rusak sudah terdata dan valid,” sebut Kepala Badan pelaksanak (Kalak) BPBD Bireuen, Muhammad Nasir SP,MSM kepada Kabar Bireuen, Sabtu sore (15/12/2018).

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan upaya-upaya penanganan tanggap darurat pasca banjir. Sarana dan prasarana yang rusak segera diperbaiki sesuai kondisi.

Sedangkan Jembatan dan Jalan Negara Bireuen-Takengon yang amblas segera ditangani oleh Balai.

“Sebelumnya, setelah banjir pertama kali pada  Kamis (6/12/2018) lalu, kita telah melakukan penanganan darurat paska banjir dengan menurunkan alat berat beco dan buldoser di sejumlah titik yang mengalami  kerusakaan. Namun, saat sedang dalam perbaikan, kembali terjadi banjir. Nantinya sarana dan prasaran itu juga akan ditangani secara darurat atau sementara,” katanya.

Terkait penanganan secara permanen seperti Paya Sikamaeh yang harus dibeton, tentu memerlukan anggaran dan dana yang besar, bukan ditangani secara darurat lagi.

Adapun kerusakan yang timbul akibat banjir di kecamatan Juli,Tembok Penahan Tanah (TPT) Sayap jembatan dan Badan Jalan Negara  Bireuen-Takengon Km. 9,5, ambruk dan longsor di Gampong Bale Panah.

Lalu, Tanggul saluran sekunder Irigasi (BPG) Pante Lhong  II patah 15 meter di Gampong Juli Keude Dua, Talud saluran Sekunder Jaringan Irigasi Desa patah 15 meter, di Gampong Batee Raya,Tanggul Saluran waduk  Peuraden patah, di Gampong Keude Trieng,Talud bahu badan jalan patah/ambruk 50 meter di Gampong Batee Raya, Ramco/gorong-gorong alur/anak sungai putus 25 meter di Gampong Beunyot.

Badan jalan pengerasan desa amblas 30 meter di Simpang Mulia, tertimbun tanah longsor badan jalan 40 meter di Gampong Salah  Sirong Kecamatan Jeumpa.

Talut saluran dan badan Jalan Pasar Induk patah dan ambruk 35 meter di Geulanggang Gampong,     Kecamatan Kota Juang.

Di Kecamatan Peudada, satu unit Box Caver  (2 × 6  meter)  ambruk  di Gampong Cot Kruet,  satu unit Box cover (2 × 5 meter) ambruk di Gampong Pinto Rimba. Tanggul Bendungan  Waduk Paya Sikameh patah (30 × 12 × 6 meter) di  Gampong Blang Rangkuluh.

Satu unit jembatan  (10 × 5 meter) ambruk di  Gampong Seuneubok Rawa, Kecamatan  Peusangan.

Sementara kerusakan rumah warga di kecamatan Juli, yaitu, rumah terancam longsor bagian dapur milik Taufik Agani (45), dengan jumlah tanggungan 4 orang  di Gampong Beunyot, rumah kayu (rusak ringan) tergurus air bagian dapur milik Yusri (60), jumlah tanggungan 3 orang  di Beunyot.

Satu unit Ruko semi Permanen ambruk/longsor (rusak berat) milik Mustafa Hasballah (58), tanggungan 5 orang di Gampong Juli Bale Panah,  rumah tergerus air (rusak Ringan), milik  Nuraini Matsyah  (70), Beunyot,  rumah tergerus air (rusak ringan), milik Isa Idris  (40), jumlah tanggungan 2 orang di  Beunyot.

Satu unit rumah tergerus air (rusak ringan) bagian dapur milik Tirahmat (75),Gampong Juli Simpang Mulia,  rumah tergerus air (rusak ringan) bagian dapur milik Marzuki (31),tanggungan 3 orang di Juli Simpang Mulia,  rumah  longsor (rusak sedang) di sisi samping, milik Muhammad Ansuri  (44) tanggungan 5 orang, di Simpang Mulia.

Satu rumah tergerus air (rusak ringan) milik Khaidir Husaini  (40), tanggungan  5 orang di Bate Raya, rumah tergerus air (rusak ringan) bagian dapur milik Sapiah Hasan  (65), di Bate Raya.

Satu unit kios kayu tergerus air (rusak sedang) milik Rusli Yusuf (48), tanggungan 5 orang di  Bate Raya, rumah tertimpa pohon tumbang bagian dapur (rusak ringan) milik Ti Aisyah  (70) di Juli Meunasah Seupeng, satu unit kilang padi, atap diterpa angin (rusak ringan) milik M. Gade (50) di Juli Meunasah Supeng.

Rumah Tergerus air (rusak ringan) bagian dapur milik Eda Wati  (40), tanggungan 2 orang di  Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan  Kota Juang

Satu unit rumah tergerus air (rusak ringan) milik Muhammad Sulaiman  (60),tanggungan 6 orang di Gampong Cot Kruet serta satu unit rumah kayu (rusak ringan) bagian dapur milik Abdullah Maddan (49), tanggungan 6 orang di Cot Kruet Kecamatan Peudada.

“Saat ini tidak ada lagi warga yang mengungsi. Begitu juga halnya gampong terimbas banjir, sudah pulih dan normal kembali,“ pungkasnya. (Ihkwati)

 

BAGIKAN