Pelajar SD Islam Terpadu Al Fatih Peusangan dibimbing dewan gurunya melaksanakan kunjungan wisata sejarah perjuangan Kota Juang ke Pendopo Bupati Bireuen

KABAR BIREUEN- Sebanyak 25 pelajar SD Islam Terpadu Al Fatih Peusangan dibimbing dewan gurunya melaksanakan kunjungan wisata sejarah perjuangan Kota Juang ke Pendopo Bupati Bireuen Selasa (23/1/2018).

Kepala SDIT Zulfahmi, MT didampingi ibu dewan guru dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen mengatakan, kunjungan wisata para pelajar SDIT Al Fatih Peusangan ke Pendopo Bupati Bireuen.

Karena Pendopo Bupati Bireuen memiliki nilai sejarah perjuangan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI dimasa agresi Belanda 1947-1948 sangat penting diketahui oleh para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Zulfahmi dan dewan guru sangat berterima kasih kepada Kabag Umum Setdakab Sulaiman SP bersama stafnya Maulana telah memberikan pelayanan terbaik kepada pelajar SDIT Al Fatih Peusangan melaksanakan kunjungan wisata sejarah ke Pendopo Bupati Bireuen.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada Ketua LVRI Kabupaten BIreuen AR Djuli sebagai salah seorang pelaku sejarah perjuangan yang telah berkenan meluangkan waktu memberikan sekilas sejarah perjuangan. Tentang peranan Kota Juang dan Radio Rimba Raya milik TNI Divisi X Komandemen Sumatera Langkat dan Tanah Karo pimpinan Kolonel Hoessein Joesoef bermarkas di Kota Juang Bireuen dalam mempertahankan kemerdekaan RI dimasa agresi Belanda 1948,” sebutnya.

AR Djuli dihadapan dewan guru dan pelajar SDIT Al Fatih menjelaskan, melalui Siaran Radio Rimba Raya dari dataran tinggi Gayo Desa Rimba Raya Aceh Tengah yang mengudara ke seluruh dunia 22 Desember 1948.

Disiarkan dalam enam bahasa Indonesia, Inggris, Belanda, Arab, Urdu dan bahasa Cina, telah menyakinkan PBB dan masyarakat dunia bahwa Indonesia sudah merdeka `17 Agustus 1945 dan tidak mempercayai lagi siaran bohong Radio Hervenzent Belanda.

Peranan Radio Rimba Raya milik TNI Divisi X Bireuen satu-satu Radio milik Republik Indonesia telah cukup berjasa melumpuhkan siaran bohong Radio Hervenzent Belanda dalam mempertahankan kemerdekaan RI dimasa agresi Belanda kedua tahun 1948.

“Hingga kini pesawat Radio Rimba Raya Aceh sebagai cikal bakal Radio Repubik Indonesia masih tersimpan utuh di museum Jogyakarta,” ujar AR Djuli. (Abu Iskandar).

BAGIKAN