RSUD dr Fauziah Bireuen

KABAR BIREUEN– Sejumlah pasien penyakit kulit mengeluhkan kekosongan dokter spesialis kulit di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen,yang sudah dua bulan terjadi.

Mereka bahkan kecewa, karena hanya dilayani oleh dokter umum dan mengakui penyakit kulit yang dideritanya bukan makin sembuh, justru semakin parah.

Hal itu diungkapkan, Munir (45), pasien penyakit kulit asala Jeunieb kepada Kabar Bireuen, kamis (25/1/2018) menyebutkan, dia sudah enam bulan lamanya berobat ke Poli Kulit RSUD dr Fauiah Bireuen.

Namun, sejak dua bulan terakhir ini, dirinya justru dialihkan ke Poli penyakit dalam dan ditangani doketr umum, bukan spesialis.

Dikatakannya,  sejak dokter kulit dr Malahayati SpKK pindah ke Sumatera Utara, sepertinya pihak RSUD dr Fauziah Bireuen belum juga mendapatkan pengganti dokter spesialis kulit. Jadinya mereka hanya ditangani dokter umum.

“Saya kecewa terhadap pelayan rumah sakit ini. Ngapain saya jauh-jauh dari Jeunieb kalau sampai RSUD dr Fauziah yang tangani dokter umum. Lebih baik kan berobat di Pukesmas saja, karena sudah dua bulan ini penyakit saya bukan sembuh malah parah dan tidak berkurang,” ungkapnya kesal.

Hal senada juga diungkap  Aisyah (55) , asal Samalanga, yang sudah berobat ke poli kulit bertahun-tahun.

Namun, katanya, sejak dua bulan terakhir ini, dokter kulit sudah tak ada lagi di RSUD dr Fauziah Bireuen.

“Heran saya, kok tidak ada dokter kulit di rumah sakit ini, padahal saya dengar RSUD dr Fauziah Bireuen baru saja mendapatkan akreditasi bintang lima, seharusnya dokternya lengkap. Saya harap hal ini segera ditangani. Pemerintah Kabupaten Bireuen harus bertanggung jawab terhadap kekurangan dokter di rumah sakit milik Pemkab Bireuen ini,” sebutnya.

Terkait kekosongan dokter spesialis kulit, Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen dr Mukhtar MARS yang dikonfirmasi Kabar Bireuen, Kamis (25/1/2018) membenarkan terjadi kekosongan dokter kulit, karena dr Malahayati yang selama ini bertugas di rumah sakit itu sudah pindah ke Sumatera Utara.

“Ya benar, sudah sebulan lebih kita kekosongan dokter, untuk sementara pesien penderita penyakit kulit ditangani oleh dokter penyakit dalam di Poliklinik Dalam,” sebutnya.

Pihaknya, kata Mukhtar, sedang bernegosiasi untuk mendatangkan dokter spesialis kulit dari Banda Aceh. Untuk lebih lengkapnya terkait hal ini, silahkan konfirmasi dengan Wakil Direktur.

Wakil Direktur Pelayanan  dan Penunjang Medis, dr Zulkarnaen Adam didampingi Kabid Pelayanan dr Safrizal Jufri menyebutkan, pihaknya sedang bernegosiasi dengan dokter kulit dari Banda Aceh agar bersedia dikontrak bertugas di RSUD dr fauziah Bireuen, minimal dia memberi pelayanan minggu pertama dan keempat tiap bulannya.

“Sedang terus kita upayakan negosiasi, kita harapkan berhasil dan bisa kita kontrak, dengan kontrak daerah. Sementara jasa medisnya, tergantung jumlah kunjungan pasien,” sebut dr Zulkarnaen.

Kalaupun nantinya tak tercapai, katanya, kemungkinan akan kita usaha dokter kulit dari Lhokseumawe. Pada intinya kita tetap berupaya agar dokter spesialis kulit tak kosong di rumah sakit ini.

“Kita memang membutuhkan doketr spesialis kulit, akrena setiap harinya kunjungan pasien kulit di poli kulit 20-40 pasien per harinya, “ ujarnya.

Terkait keluhan pasien yang ditangani dokter umum, dia menyakui kalau pasien kunjungan yang kesekian kalinya memang ditangani dokter umum. Tapi kalau baru kunjungan pertama, maka akan ditangani dokter penyakit dalam.

“Kita sudah koordinasi dengan BPJS, pasien kulit ditangani dokter penyakit dalam, kalau pasien kulit anak ditangani dokter penyakit anak,” jelasnya. (Ihkwati)

BAGIKAN