KABAR BIREUEN – Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PB Pertina) pusat memberi kepercayaan kepada Wasit tinju Aceh, asal Kabupaten Bireuen, Mulyadi M.Pd, untuk mengikuti ujian wasit tinju Bintang 1 Association Internationale de Boxe Amateur (AIBA).

Association Internationale de Boxe Amateur (AIBA), adalah badan tinju yang menaungi tinju amatir sedunia.

Ujian wasit tinju AIBA 1- Star RJ Certification Course (Sertifikasi AIBA 1- Star RJ) berlangsung bersamaan dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tinju Elite Men`s /women`s, di GOR Saburai, Bandar Lampung, yang berakhir, Selasa (11/12/2018) mendatang.

Mulyadi M.Pd yang juga Sekretaris Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Bireuen, merupakan wasit/hakim terbaik Aceh dan pernah dipercayakan PB Pertina Pusat, memimpin pertandingan tinju tingkat International, piala Gubernur Cup, di Kepulauan Riau (Kepri) Pekan Baru.

Selain memilki kesibukan sebagai PNS, Mulyadi tetap aktif membina tinju di Kabupaten Bireuen dan pernah menjabat sebagai Ketua Wasit/Hakim Pertina Aceh.

Kepada wartawan Mulyadi mengatakan, dirinya bersyukur mendapat kepercayaan dari PB Pertina pusat untuk mengikuti ujian ini.

Dia mengaku, baru kali ini dirinya mendapat kesempatan untuk mengikuti ujian berlisensi wasit/hakim International, dan ini merupakan idaman, bagi semua wasit hakim tinju di Indonesia.

“Selain untuk menambah ilmu, ujian ini akan memberikan pengalaman baru di dunia tinju,” katanya.

Mantan petinju nasional Aceh ini mengaku tetap optimis dan mampu mengantongi lisensi wasit/hakim International, dan merupakan satu-satunya putra Aceh.

“Semua yang saya lakoni atas dukungan semua pihak, terutama Pemkab Bireuen, KONI Aceh, KONI dan Pertina Bireuen juga rekan-rekan media di Bireuen selama ini,” ujarnya.

Selain Mulyadi, ujian ini diikuti 28 orang wasit/hakim tinju nasional dan Internasional seluruh Indenesia, termasuk wasit/hakim tinju dari Iran dan Sri Langka.

Selama Ujian Wasit Bintang 1 AIBA, PB Pertina Pusat menghadirkan instruktur luar negeri yakni Mr Paiboon dari Thailand dan doktor David Pike dari Australia dan mereka merupakan instruktur AIBA. (Herman Suesilo).

BAGIKAN