KABAR BIREUEN – Menyikapi berbagai informasi tentang peristiwa tindak kekerasan terhadap pemuka agama di beberapa tempat di tanah air, Kasat Binmas Polres Bireuen, AKP Darmansyah melakukan koordinasi dengan
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bireuen, Zulkifli Idris dan jajarannya di kantor Kemenag Bireuen, Selasa, (6/3/2018).

Informasi kekerasan terhadap pemuka agama dinilai telah meresahkan masyarakat serta dikhawatirkan bisa memicu berbagai aksi lainnya.

Darmansyah berharap masyarakat tidak main hakim sendiri dalam menyikapi setiap informasi dan gejolak di tengah masyarakat.

‚ÄúSetiap informasi yang berkembang dan kita terima baik secara lisan maupun bersumber dari media sosial, sebaiknya kita pelajari dulu sumber dan dan tingkat kebenarannya. Jika memang jelas sumbernya dan benar informasinya silakan laporkan ke pihak berwajib. Jangan bermain hakim sendiri,” kata Darmansyah.

Sementara itu, Kakankemenag Bireuen Drs H Zulkifli Idris MPd mengatakan bahwa dalam menyikapi kondisi seperti sekarang ini diperlukan sikap arif dan bijaksana, saling menghormati, menghargai, dan saling berkoordinasi antar dan intern umat.

Untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi di tengah-tengah umat baik intern maupun antar, Zulkifli berharap kerjasama dan peran aktif tokoh masyarakat, pemuka agama, dan tokoh adat serta semua elemen masyarakat untuk terus melakukan koordinasi dan konsolidasi.

Zulkifli melanjutkan, secara institusional kanwil kemenag provinsi Aceh telah mengeluarkan edaran terkait hal tesebut. Surat edaran dengan nomor B-647/Kw.01.6/BA.01.1/02/2018, tanggal 13 Februari 2018 menginstruksikan kepada jajaran kemenag kabupaten/ kota dalam provinsi Aceh untuk melakukan sejumlah langkah.

Pertama, melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait, tokoh masyarakat, pemuka agama, FKUB untuk mengambil langkah proaktif dan strategis dalam menguatkan persatuan dan kerukunan umat beragama.

Kedua, meningkatkan kewaspadaan baik terhadap rumah ibadah, pemuka agama, terutama pada saat kegiatan ibadah berlangsung.

Ketiga, menahan diri dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindak main hakim sendiri.

Keempat, melaporkan kepada pihak berwajib bila ada gerak gerik, perilaku yang mencurigakan dan mengancam tokoh agama, rumah ibadah saat menjalankan ibadah. (Najib Zakaria)

BAGIKAN