KABAR BIREUEN – DPD Legiun Veteran RI (LVRI) Aceh kembali menggelar dan membuka seminar Jasa Semangat Nilai-Nilai (JSN) 1945 bagi generasi pemuda dan pelajar Sekolah Lanjutan Atas (STA) se-Kota Langsa di gedung KNPI Langsa, Kamis (29/11/2018).

Pembukaan seminar JSN 1945 turut dihadiri Wali Kota Langsa Mukhtarmidi, Dandim 0104 Langsa diwakili Pasi Intel Lettu Inf Ritonga, Kepala BNN Kota Langsa AKBP Navri Yulenny, SH., MH, para guru sejarah SLA dan 102 pelajar SLA se-Kota Langsa.

Ketua DPD LVRI Aceh, Kolonel (Purn) HM Djafar Karim, dalam arahannya saat membuka seminar tersebut antara lain mengatakan, penyelenggaraan seminar JSN 1945 bagi pemuda dan pelajar se-Kota Langsa, merupakan program lanjutan LVRI Aceh. Setelah sebelumnya menyelenggarakan seminar yang sama bagi generasi pemuda dan pelajar di Banda Aceh, Takengon, Bener Meriah, Bireuen dan Meulaboh.

Disebutkannya, tujuan penyelenggaraan SJN 1945, sangat penting untuk menggelorakan Jiwa Semangat Nilai-Nilai 1945. Guna menangkal tantangan dalam mengawal keutuhan NKRI, bagi generasi pemuda dan pelajar sebagai generai penerus bangsa.

Selain itu, para generasi pemuda dan pelajar agar mengetahui sejarah perjuangan para pejuang kemerdekaan RI dalam memperjuangan kemerdekaan yang telah dinikmati sekarang ini.

Dikatakan Djafar Karim, kemerdekaan yang telah dinikmati sejak 73 tahun silam, bukan jatuh dari lengit, akan telapi berkat Rakhmat Allah Yang Mahas Esa dan pejuangan para pahlawan pejuang, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.

“Karena itu, para pemuda dan pelajar genersi penerus bangsa, wajib mewarisi jiwa, semangat nilai-nilai 1945. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai jasa pahlawannya,” harap Djafar Karim.

Penyelengaraan JSN 1945 bagi generasi pemuda dan pelajar se-Kota Langsa, menghadirkan para pemateri, masing-masing Kolonel (Purn) HM Djafar Karim dengan materi JSN 1945, Pasi Intel Kodim 0104/Langsa Lettu Inf Ritonga, tentang bela negara, Letkol (Purn) Zakaria Husin, tentang perjuangan rakyat Aceh memperjuangkan kemerdekaan RI melawan penjajah Belanda dan Jepang.

Sementara Ketua DPC LVRI Kabupaten Bireuen, AR Djuli, memberikan materi sejarah perjuangan “Kota Juang“ Bireuen dan peranan radio perjuangan Rimba Raya milik TNI Divisi X Komandemen Sumatera Langkat dan Tanah Karo yang bemarkas di Kota Juang Bireuen. Mereka sangat berjasa dalam mempertahankan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 dari serangan agresi Belanda 1947-1948.

Sebagai pemateri terakhir, Kepala BNN Kota Langsa AKBP Navri Yulenny, SH., MH. Dia menyampaikan materi tentang bahaya narkoba untuk menyelamatkan generasi bangsa.

Para pejabat, guru sejarah dan pelajar SLTA se-Kota Langsa sangat tertarik dan terharu tentang sejarah peranan Radio Perjuangan Rimba Raya. Perangkat radio tersebut dibeli dari Singapura, dengan harga sangat mahal. Dibarter dengan hasil bumi Aceh.

Boat pasukan 12 pengawal Batalyon B Kuala Simpang, gugur dan tenggelam dibombardir pesawat Belanda di laut Selat Malaka. Saat itu, mereka sedang mengawal boat yang memasukkan pasawat Radio melalui Kuala Seuruway Aceh Timur, awal tahun 1947.

Para peserta seminar sangat tertarik mengani sejarah pesawat Radio Rimba Raya yang behasil diselundupkan Mayor Laut John Lie, seorang perwira Angkatan Laut yang berasal dari Manado.

Marlaini, salah seorang guru MAN 2 Langsa, kepada pemateri mengatakan, sebelumnya dirinya tidak mengetahui sama sekali tentang sejarah perjuangan Kota Juang Bireuen dan peranan Radio Rimba Raya yang tekah sangat berjasa mempertahankan kemerdekaan RI di masa Agresi Belanda 1947-1948.

AR Djuli juga menyampaikan pesan bahwa Presiden Soekarno dan SBY telah menetapkan 10 Agustus 1949 sebagai Hari Veteran Nasional. Karena itu, wajib diperingati tiap provinsi, kabupaten/kota setiap tahunnya.

Sementara itu Sekretaris LVRI Kota Langsa, Zulkifli, dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen menjelaskan, seminar JSN 1945 tersebut, diikuti 102 peserta. Mereka terdiri dari pejajar, guru sejarah SMA, MA dan SMK se-Kota Langsa. (H. AR Djuli)

BAGIKAN