KABAR BIREUEN – Sejumlah stakeholder terkait dari seluruh Aceh berkumpul di Banda Aceh untuk menyusun Survey Investigasi dan Desain (SID) Pengembangan Kawasan Perkebunan Aceh, Jumat (8/12/2017).

Penyusunan SID tersebut ikut melibatkan seorang petani dari Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen yaitu Tarmizi Age. Dari ide-ide cemerlangnya, telah melahirkan sejumlah masukan dalam rangka penyusunan SID itu dan akan dijalankan Pemerintah Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, mantan GAM yang pernah mendapat pendidikan di Denmark ini, menyampaikan sejumlah masukan dalam penyusunan SID Pengembangan Kawasan Perkebunan di Aceh.

Masukan itu antara lain, pemerintah perlu membuat peraturan (qanun) menyangkut penjualan bahan baku keluar Aceh, membangun kebun baru yang lengkap dengan infrastruktur sampai pada pencapaian kualitas yang prima.

“Pemerintah diharapkan mendukung kebutuhan industri, seperti jalan, listrik, air bersih, jaringan telekomunikasi dan birokrasi yang beretika, murah dan mudah,” jelas Tarmizi Age.

Selain itu, kata dia, biaya eksport yang murah, dukungan keuangan dari perbankan kepada pengusaha industri dan pinjaman tanpa bunga. Juga mempromosikan dan membangun kerja sama dalam dan luar negeri secara berkelanjutan.

Exspose hasil kajian penyusunan SID Pengembangan Kawasan Perkebunan Aceh tersebut, merupakan kerja sama Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh dengan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. (REL)

BAGIKAN