KABAR BIREUEN – Pasar Penganan berbuka puasa di Bireuen, depan Meunasah Bandar Bireuen, pasar Sabtu jalan Pengadilan lama dan beberapa lokasi dalam kota Bireuen Kamis (17/5/2018) petang pukul 16.00 WIB, mulai ramai dikunjungi pembeli.

Pantauan Kabar Bireuen para pedagang mulai membuka lapak menjual berbagai jenis kue penganan berbuka puasa dan makanan lainnya, antara lain boh rom-rom, adee, bingkang ambon Bireuen, lemang, pecal, gado-gado, minuman segar air tebu, air kelapa muda dan es Bandung produksi Bireuen.

Di lapak penjual es Bandung Bireuen depan Bank BNI, dulu jalan kereta api namanya ramai diserbu pembeli. Konon lagi cuaca di Bireuen Ramadhan pertama sangat terik, membuat masyarakat kota Bireuen dan sekitarnya ramai membeli minman segar es Bandung Bireuen.

Zainuddin, penjual es Bandung dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen, mengaku. dia adalah cucu dari Wak Bandung (almarhum) yang pindah ke Bireuen pada tahun 1950-an.

Dulu kakeknya Wak Bandung memproduksi es Bandung pertama kali di Bireuen dengan resep es Bandung asli sebagai mata pencaharian kakeknya selama menetap di Bireuen.

Dikatakan, dulu kakeknya Wak Bandung mengkal menjual es Bandung untuk anak sekolah Rakyat di lapangan basket (sekarang gedung Bank BNI) menjajakan es Bandung dengan gerobak ting-ting.

Semasa masih kanak-kanak, dia diajarkan kakek memproduksi es Bandung. Jadi, es Bandung yang diproduksinya sekarang merupakan warisan dari kakeknya Wak Bandung.

Minuman segar es Bandung produksi Bireuen sudah menjadi minuman kesukaan masyarakat Bireuen. Setiap bulan puasa sebulan penuh setiap petang menjajakan es Bandung yang sangat disenangi masyarakat kota Bireuen dan sekitarnya.

Es Bandung yang diperoduksinya merupakan minuman segar berbuka puasa. Harganya pun murah meriah hanya Rp5 ribu/kantong yang dikemas dalam kantong plastik.

“Selama bulan Ramadhan, kami merekrut 10 tenaga kerja memproduksi es Bandung dan melayani pembeli di lapak penjualan es Bandung kota Bireuen,” ujar Zainuddin. (HAR Djuli)

 

BAGIKAN