KABAR BIREUEN-Tiga orang saksi dihadirkan jaksa Penuntut umum (JPU) Muhammad Gempa Awaljon Putra SH. MH, dalam persidangan lanjutan dengan terdakwa M.Reza atau Epong Reza di Pengadilan Negeri Bireuen, Senin (15/4/2019).

Saksi yang pertama didengarkan keterangannya di hadapan majelis hakim yang dipimpin Zufida Hanum SH MH dengan hakim anggota Mukhtaruddin dan  Rahma Novatiana SH menggantikan Mukhtar yang sedng mengikuti pelatihan adalah karyawan PT Takabeya Perkasa Group, Azli bin Jamaluddin.

Dalam keterangannya, Azli menyebutkan, dia membaca status di Facebook Epong Reza pada 27 Agustus 2018, lalu melaoporkannya kepada bosnya , Direktur Pt takabeya Perkasa H Mukhlis A,Md.

Saat ditanya hakim, apa reaksi Mukhlis saat melihat stasus tersebut, Azli menyebutkan, dari penglihatannya sepertinya Mukhlis sudah duluan mengetahui terkait hal itu.

“Setahu saya, sebelum saya tunjukkan status FB tersebut , saya rasa Bos mungkin sudah membaca beritanya terlebih dahulu. Karena berita itu tanggal 25 Agustus 2018, sementara saya pada senin , 27 Agustus saat masuk kantor baru saya lihat dan tunjukkan kepadanya,” ungkap Azli.

Saksi selanjutnya, Dr Wisman Hadi,M.Hum, yang dihadirkan jaksa sebagai Ahli Bahasa menyebutkan, menurut pendapatnya, sebagai Dosen Lingustik (Bahasa), status FB Epong Reza meskipun dia copy dari link berita yang dia buat sebagai waratwan, tapi karena di posting di FB pribadinya, maka saat itu status itu bukan sebagai wartwan tapi pribadi.

Pengacara Epong Reza, M Ari Syaputra SH kepada saksi mempertanyakan apakah ada hubungan antara status yang dibuat Epong Reza di akunnya dengan berita yang dia buat sebelumnya, Dr Wisman menjawab singkat “bisa saja”.

Pada persidangan tersebut, pengacara Epong Reza lainnya Abdul Muthaleb SH sempat mempertanyakaan sertifikat keahlian saksi, dan terjadi perdebataan sedikit alot sebelumnya akhirnya ditengahi Ketua Majelis Hakim, Zufida Hanum.

Dan saksi terakhir Dr Dahlan Abdullah,ST,M.Kom Bin Abdullah, sebagai saksi Ahli  IT  dalam keterangan pada intinya menyebutkan, status Epong Reza di Faceboo pribadinya memang isinya sama dengan jdudul berta yang dia buat di Media realitas, yaitu Merasa kebal hukum Adik Buati Bireuen Diduga Terus Gunakan Minyak Subsidi Untuk Perusahaan Raksasa.

Dalam persidangan juga terungkap  bahwa status yang di posting M Reza sebelumnya dicopi dari web berita media realitas yang dikirimkan ke WA, dan kemudian dari WA link berita tersebut di posting ke FBnya.

Sidang dilanjutkan Selasa besok (16/4/2019) dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa M.Reza. (Ihkwati)

 

 

BAGIKAN