KABAR BIREUEN – Sebanyak 213 mahasiswa dari enam Universitas Almuslim (Umuslim) Bireuen, melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kecamatan Samalanga dan Simpang Mamplam, selama 37 hari (6 Agustus hingga 13 September 2018).

Wakil Rektor 1 Umuslim, Dr. Hambali, SE.,M.Pd, menyerahkan peserta KKM tersebut kepada Bupati Bireuen H. Saifannur, S.Sos yang diwakili Asisten I Setdakab Bireuen Mursyid, SP di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen. Selanjutnya, diserahkan kepada Camat Samalanga, Jamaluddin dan Camat Simpang Mamplam, Mursyidi, selaku lokasi penempatan mereka.

Hambali dalam laporannya menjelaskan, sebanyak 213 peserta KKM Angkatan XVII Tahap I Tahun Ajaran 2018/2019 ini berasal dari enam fakultas. Dari Fakutas Pertanian (FP) 56 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 66 orang, Fakultas Teknik (FT) 25 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) 46 orang, Fakultas Ekonomi (FE) 7 orang dan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) 13 orang.

Mereka ditempatkan di 32 desa dalam dua Kecamatan tersebut. Di setiap desa tempatkan 6-7 mahasiswa dan 8 dosen pembimbing.

“Para mahasiswa KKM ini diharapkan dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat setempat. Jaga tingkah laku, terutama dalam hal pergaulan dan menjunjung tinggi norma-norma syariat Islam,” begitu antara lain dipesankan Hambali.

Sementara itu Asisten 1 Setdakab Bireuen, Mursyid, SP dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bireuen mengucapkan terima kasih kepada Rektor Umuslim yang telah menempatkan mahasiswa KKM untuk mengabdi kepada masyarakat di dalam wilayah Kabupaten Bireuen.

Dengan adanya penempatan mahasiswa KKM ini, kata dia, sangat membantu pemerintah dalam rangka hal pembinaan desa bersama muspika, tokoh masyarakat dan juga cerdik pandai.

“Mari sama-sama kita melakukan pembinaan sesuai dengan disiplin ilmu dapat membantu perangkat desa. Terutama, dalam pengelolaan manajemen keuangan desa. Sehingga, masyarakat dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Mursyid.

Diingatkannya, agar para mahasiswa menjaga adat istiadat setempat, apalagi kedua kecamatan tersebut dikenal dengan daerah santri. Harus menjaga nama baik Umuslim, sehingga terwujud tujuan kegiatan tersebut sebagaimana diharapkan.

“Dengan hadirnya adik-adik mahasiswa di sana, mari membina desa penempatan masing-masing menjadi desa yang mandiri. Buat dan atur program yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” harap Mursyid. (Suryadi)

BAGIKAN